5 Mitos Tenar Sepakbola Dunia Yang Belum Terpecahkan

Ada banyak mitos unik di dunia sepakbola, salah satunya Zlatan Ibrahimovic tak bisa menangkan Piala Liga Champions. (Sumber Foto: Daily Mail)

Zlatan Ibrahimovic belum pernah juara Liga Champions. (Sumber Foto: Daily Mail)

Sepakbola.com – Terkadang dalam sepakbola, segala sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Setiap tahun, setiap musim, hal yang diingin tak kunjung datang. Seperti yang terjadi pada lima mitos berikut.

Yang lebih mengesalkan adalah, ketika mitos itu hampir dipecahkan. Namun di saat terakhir, entah kenapa segala sesuatu berjalan berlawanan.

Berikut lima mitos tenar sepakbola dunia yang sejauh ini belum bisa terpecahkan

1. Tottenham tak pernah bisa finis di atas Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger pada pentas Premier League

Sejak Wenger mengambil alih Arsenal pada 1996, ada dua hal yang bisa dipastikan: Finis di posisi empat besar dan paling penting mengakhiri musim di atas rival kota London Utara, Tottenham Hotspur.

Musim 2015/16, Tottenham sempat diprediksi bisa mengakhiri catatan minor tak bisa melewati peringkat Arsenal setelah tim asuhan Mauricio Pochettino itu menyaingi Leicester City dalam perburuan gelar juara Premier League.

Situasinya berubah terbalik begitu musim tiba di laga terakhir. Arsenal berhasil membantai Aston Villa 4-0, sementara Tottenham di luar dugaan tumbang 5-1 dari Newcastle United. Sekali lagi, Tottenham harus finis di bawah Arsenal.

 

2. Benfica tak mampu mematahkan kutukan Bela Guttman

Bela Guttman merupakan mantan manajer yang mengutuk Benfica tak akan berprestasi di kompetisi tertinggi Eropa sejak menjadi juara pada 1961 dan 1962.

Guttmann merupakan sosok yang genius, memenangkan banyak trofi sebagai manajer, salah satu sosok yang dianggap sebagai pelopor formasi 4-2-4 bersama Marton Bukovi dan Gustav Sebev. Guttmann adalah mentor dari legenda Portugal, Eusebio.

BACA JUGA
Dua Mantan Pemain Jagokan Manchester United Juarai Liga Europa Musim Ini

Setelah memenangkan Piala Eropa (sekarang Liga Champions) secara beruntun pada 1961 dan 1962, Guttmann diketahui minta kenaikan gaji. Namun Benfica menolak untuk menambah bayaran Guttmann. Sosok berkebangsaan Hungaria lantas mengutuk seraya mengatakan: “Selama 100 tahun dari sekarang Benfica tidak akan pernah menjadi juara Eropa.”

Sejak saat itu, Benfica selalu kalah begitu mengincak partai puncak kejuaraan Eropa, di antaranya lima final Piala Eropa (1963, 1965, 1968, 1988 dan 1990) dan tiga final Piala UEFA/Liga Europa (1983, 2013 dan 2014).

Lionel Messi Trofi Piala Dunia 2015
Lionel Messi belum bisa patahkan mitos buruk bersama timnas senior Argentina (Sumber Foto: nydailynews)

3. Lionel Messi sulit memenangkan kejuaraan internasional bersama Argentina

Lionel Messi telah memenangkan segala penghargaan individu paling prestisius. Juga telah menorehkan berbagai prestasi gemilang selama memperkuat Barcelona. Namun kondisi berbanding terbalik ketika ia memperkuat Argentina.

Messi beberapa kali harus menelan kekecewaan di turnamen besar. Yang terbaru adalah pemain berjuluk La Pulga tersebut gagal mengantar Tim Tango menjadi juara Copa America Centenario setelah tumbang dari Chile dalam drama adu penalti.

Itu adalah kekalahan final ketiga secara beruntun setelah sebelumnya menjadi runner-up di Piala Dunia 2014 dan Copa America 2015. Messi juga pernah merasakan kekalahan di final Copa America 2011.

4. Zlatan Ibrahimovic gagal memenangkan trofi Liga Champions

Penyerang berkebangsaan Swedia ini telah tampil untuk beberapa klub besar di Eropa. Ia pun meraih kesuksesan di Ajax, Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan dan Paris Saint-Germain, memenangkan gelar liga bersama masing-masing klub tersebut. Namun hanya satu gelar juara yang sampai saat ini belum berhasil diraih Ibra, yakni trofi Liga Champions.

Tradisi itu sepertinya masih akan berlanjut pada musim 2016-17. Ibra memutuskan bergabung dengan Manchester United, yang pada musim depan hanya akan tampil di pentas Liga Europa. Ibra sendiri hanya menandatangani kontrak satu tahun di Old Trafford.

BACA JUGA
[TOP 6] Daftar Pemain Properti Panas Di Bursa Transfer Musim Dingin
Mitos Wenger vs Mourinho
Arsene Wenger belum pernah kalahkan Jose Mourinho di pertandingan Premier League. (Sumber Foto: vavel.com)

5. Arsene Wenger masih belum bisa menang kontra Jose Mourinho di pentas Premier League

Premier League 2016/17 semakin menarik dengan potensi pertarungan Mourinho, Antonio Conte, Jurgen Klopp, Pep Guardiola dan Arsene Wenger. Namun satu hal yang pasti, Mourinho akan berambisi tetap mempertahankan statistik pertemuan kontra Wenger. Dengan kata lain, Mourinho saja kalah dari rival lain tapi tidak boleh tumbang dari Wenger.

Mourinho, yang kini melatih Manchester United, memiliki kesempatan untuk bertarung kontra Wenger lagi. Total, kedua sosok genius tersebut telah bertemu 13 kali di Liga Inggris, dengan Mourinho merebut tujuh kemenangan dan enam laga lain berakhir imbang. (Sumber: Sportskeeda)

Penulis: Setyo BK/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini