CEO Eropa Profesional Football Leagues Sindir UEFA, Soal Apa?

UEFA diklaim hanya akan menguntungkan klub kaya lantaran berniat mengubah format Liga Champions

Trofi Liga Champions dan Liga Europa di kantor UEFA, Nyon

Sepakbola.com, Nyon – UEFA dianggap hanya memperkaya klub besar lantaran memiliki rencana untuk mengubah format Liga Champions. Hal demikian disampaikan oleh CEO Eropa Profesional Football Leagues (EPFL).

EPFL, yang mewakili 24 liga domestik Eropa, takut format baru ini akan berdampak negatif terhadap liga nasional lainnya. EPFL mendesak badan sepak bola Eropa melakukan perubahan untuk Liga Champions.

“UEFA tidur nyenyak dengan terbatasnya jumlah klub (yang berpartisipasi di Liga Champions) dikutip dari BBC Sport (9/9).

UEFA seharusnya mengubah kompetisi elite ini untuk mengadang ancaman yang memisahkan antara klub kecil dengan klub besar Eropa, bukan malah menjadikannya hanya untuk klub-klub besar.

Olsson, yang pernah menjabat sebagai CEO Liga Europa pada tahun 2003-2007, menambahkan: ”UEFA takut tanpa alasan. Bagi sebagian besar klub liga domestik lebih penting dari pada kompetisi internasional dan lebih penting dari pada yang memisahkan diri,”

Bulan lalu UEFA setuju untuk melakukan perubahan format kompetisi yang memberikan lebih banyak tempat untuk tim dari liga-liga top Eropa, yakni Spanyol, Inggris, Jerman dan Italia, hingga akhirnya mengorbankan liga yang lebih kecil.

Ada juga perubahan terkait hadiah Liga Champions. Mulai tahun 2018, historis klub di Liga Champions akan mempengaruhi seberapa banyak hadiah yang mereka dapatkan. Dengan cara seperti ini, maka klub yang kaya akan semakin kaya. (Sumber: BBC Sport)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Setyo Bagus

Komentari Artikel Ini

BACA JUGA
Keok Di Tangan Sunderland, Leicester City Sudah Kibarkan Bendera Putih Musim Ini?