Figur Ketum PSSI Diharapkan Hanya Fokus di Sepak Bola

Lebih baik jika Ketua Umum PSSI terpilih tidak terikat dengan institusi negara atau partai politik.

PSSI (Foto PSSI.org)

Sepakbola.com, Jakarta – Komite pemilihan PSSI dan dilanjutkan dengan komite banding PSSI sudah menentukan bursa calon ketua umum PSSI yang akan ditentukan pada Kongres Pemilihan di Makassar pada 17 Oktober mendatar. Terdapat sejumlah nama yang sudah lolos verifikasi seperti Pangkostrad Edy Rahmayadi, Erwin Aksa, serta mantan Panglima TNI Moeldoko.

Melihat latar belakang para calon ketum PSSI, terdapat nama yang masih aktif di institusinya, dalam hal ini TNI, yakni Pangkostrad Edy Rahmayadi. Hal ini lantas mengundang sejumlah komentar dari beberapa stakeholder sepak bola.

Salah satunya datang dari mantan anggota Komite Normalisasi, F.X Hadi Rudyatmo, yang menginginkan agar figur-figur yang maju ke bursa Ketua Umum PSSI tidak sedang terikat dengan institusi negara atau partai politik.

Rudy secara khusus menyoroti majunya Pangkostrad Edy Rahmayadi di mana ia masih terikat dengan TNI. Karena itu, Rudy meminta Edy mundur dari jabatannya di TNI jika ingin maju di bursa calon pemilihan ketum PSSI.

Wali Kota Solo itu merujuk UU Nomor 34/2004 tentang Tentara Nasional Indonesia. Yakni, prajurit TNI aktif dapat menduduki jabatan sipil setelah mengundurkan diri atau pensiun dari dinas aktif keprajuritan.

“Di lembaga negara, anggota TNI/Polri aktif memang harus mundur dari institusinya kalau ingin menduduki jabatan yang tidak sesuai tugas pokok dan fungsi,” kata pria yang akrab dipanggil Rudy itu.

Lebih lanjut juga ia menghimbau kepada Komite Pemilihan (KP) untuk memerhatikan aturan lain sebelum kongres digelar.

Termasuk mengenai status anggota TNI/Polri aktif yang maju bursa Ketum PSSI. Hal itu bertujuan agar tidak ada masalah di kemudian hari.

“Aturan ini diberlakukan atau tidak oleh KP? Ini harus diperjelas dulu agar tidak ada masalah nantinya,” beber penerus Joko Widodo sebagai Wali Kota Solo itu.

BACA JUGA
PSSI Rilis Harga Tiket, Ada Donasi Untuk Gempa Aceh Di Tiket Final Piala AFF

Hal senada juga diutarakan Ketua Asprov PSSI Sulawesi Utara, Jackson Kumaat. Ia mengharapkan Pangkostrad Edy Rahmayadi mundur dari TNI jika ingin maju sebagai ketua umum PSSI. Selain tak setuju Ketum PSSI masih terikat dengan institusi negara, ia juga tak sepakat jika PSSI dipimpin politikus.

“Figur ketua umum PSSI harus merdeka dari jabatan institusi negara atau partai politik. Selain itu sosok ketum jangan dari parpol. Karena kalau disangkut-sangkutkan dengan politik, sepak bola bakal rusak,” imbuhnya. (sumber: Rilis)

Penulis: Aglar Ardha Raja/ Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini