Indonesia 3-0 Malaysia, Riedl Beri Komentar Pedas Soal Permainan Kasar Lawan

Irfan Bachdin dan Andik Vermansyah mendapat tekel-tekel keras di laga Indonesia vs Malaysia. (Sumber Foto: PSSI.org)

andik-irfan-boaz-Indonesia-vs Malaysia.

Sepakbola.com, Solo – Pelatih Timnas Indonesia, Alfred Riedl menyoroti permainan keras yang diperagakan oleh timnas Malaysia saat keduanya menjalani uji coba di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9) malam WIB. Dalam laga itu skuat Garuda berhasil menang telak dengan skor 3-0 lewat dua gol Boaz Solossa dan satu gol Irfan Bachdim.

Riedl pun sangat heran dengan permainan keras yang diperagakan oleh anak asuhan Ong Kim Swee tersebut. Terlebih laga ini hanya bertajuk uji coba saja.

Patut diketahui beberapa kali pemain Malaysia melakukan permainan keras kepada pemain Indonesia. Salah satunya Andik Vermansyah. Selain Andik, Irfan Bachdim juga beberapa kali mendapat perlakuan kasar dari pemain Malaysia. Bahkan ia harus ditarik keluar.

“Saya heran mengapa Malaysia bermain sangat kasar, padahal semua tahu ini hanyalah pertandingan uji coba. Termasuk Andik [Vermansyah] bahkan empat hingga lima kali mendapat tekel keras dari lawan,” sesal Riedl dilansir situs PSSI.

Lebih lanjut dirinya juga menyoroti kepemimpinan wasit dimana seharusnya pemain Malaysia mendapatkan kartu merah karena beberapa kali melanggar pemain Indonesia.

“Saya juga menyoroti wasit yang tidak memberikan banyak kartu ke Malaysia. Andik jelas dilanggar empat hingga lima kali tetapi hanya sedikit kartu yang keluar,” tambahnya.

Sementara itu pelatih Malaysia Ong Kim Swee coba membela anak asuhnya yang bermain kasar tersebut. Menurutnya pelanggaran tersebut dilakukan untuk menutup pergerakan Andik yang dinilai cepat. Ia pun berujar yang dilakukan anak asuhnya masih dalam batas wajar.

“Yang kami lakukan dalam koridor yang wajar. Ini perkara biasa, karena sepakbola selalu melibatkan banyak kontrak fisik,” ujar Datuk, seusai pertandingan. (sumber: pssi.org)

Penulis: Aglar Ardha Raja/ Editor: Rudi Purwantoro

BACA JUGA
MOTM Manahati Lestusen: Sang Metronom Yang Tak Pernah Lelah

Komentari Artikel Ini