Jelang Derby Manchester: Merunut Perjalanan Rivalitas Guardiola-Mourinho

Hubungan Jose Mourinho dan Pep Guardiola terbilang unik, semula kawan berakhir jadi musuh bebuyutan.

derby-manchester-mou-vs-pep

Sepakbola.com – Derby Manchester, antara Manchester United vs Manchester City, semakin membara musim 2016-2017. Selain menjadi ajang perseteruan dua rival sekota dengan pendukung yang fanatik, kini rivalitas dua manajer anyar ikut memanaskan tensi laga. Hubungan Jose Mourinho dan Pep Guardiola terbilang unik, semula kawan berakhir jadi musuh bebuyutan.

Mourinho datang ke Camp Nou pada 1996 sebagai penterjemah dan asisten bagi Bobby Robson dan menjadi pertemuan pertamanya dengan Josep ‘Pep’ Guardiola yang ketika itu merupakan gelandang muda karismatik yang dimiliki Barcelona. Mourinho tetap tinggal di Barcelona pasca Robson digantikan oleh Luis van Gaal. Mourinho dan Guardiola sama-sama belajar dari pelatih Belanda itu tentang detail dan metode latihan intensif. Hubungan Mourinho, sang asisten pelatih, dengan Guardiola, pemain yang cukup berpengaruh, terbilang baik ketika itu. Mourinho kemudian meninggalkan Barcelona pada 1999.

Mourinho vs Guardiola Derby Manchester
Jose Mourinho dan pep Guardiola punya hubungan baik ketika sama-sama berada di Barcelona. (Foto: FFT)

Duel pertama Guardiola vs Mourinho terjadi di penyisihan grup Liga Champions 2009 saat Guardiola melatih Barcelona dan Mourinho membesut Inter. Di San Siro pertandingan berakhir tanpa gol sementara di Camp Nou Barca menang 2-0. Namun setahun berselang giliran Pep yang harus kecewa berat setelah disingkirkan Inter yang masih ditangani Mourinho di semifinal Liga Champions 2010. Pep Guardiola dikabarkan meminta springkler penyiram air lapangan Camp Nou segera dinyalakan karena merasa selebrasi yang dilakukan Mourinho terlalu berlebihan.

Mourinho menelan pil pahit ketika menjalani El Clasico pertamanya bersama Real Madrid menghadapi Barcelona asuhan Guardiola setelah kalah lima gol tanpa balas pada 2010. Perseteruan Guardiola dan Mourinho semakin panas ketika di bulan April 2011 Barcelona dan Real Madrid memainkan 4 partai klasik hanya dalam rentang waktu 18 hari. Permainan dengan tekel-tekel keras dan juga diwarnai dengan aksi-aksi diving pemain membuat tensi rivalitas kedua klub meninggi.

BACA JUGA
PREDIKSI Southampton vs Middlesbrough: Saatnya Bangkit Dari Keterpurukan

Mourinho menyindir Guardiola di depan media usai Real Madrid mengalahkan Barcelona di final Copa Del Rey 2011 yang digelar di Mestalla. Pasca pertandingan Guardiola mengklaim wasit dan asisten wasit menyebabkan timnya kalah karena tak mengesahkan gol Pedro. Guardiola berkata: “Sebuah keputusan dua sentimeter dari hakim garis yang seharusnya punya sudut pandang bagus telah membatalkan keabsahan gol Pedro.”

Mourinho kemudian merespons dengan berkata: “Kita telah memulai siklus baru. Sampai sekarang ada grup kecil pelatih yang tak bicara tentang wasit dan grup besar, termasuk aku, yang mengkritik wasit. Sekarang dengan komentar Pep, kita memulai era baru dengan grup ketiga, yang hanya dihuni satu orang, seorang pelatih yang mengkritik wasit saat ia membuat keputusan benar.”

Guardiola tak langsung menanggapi psy-war dari Mourinho hingga press-conference jelang leg pertama semifinal Liga Champions 2011 di Santiago Bernabeu. Pep berkata: “Ia (Mourinho) telah memenangi duel di luar lapangan.Jika ia ingin memiliki trofi Liga Champions sendiri di luar lapangan, biarlah ia membawa pulang dan menikmatinya. Di ruangan ini [ruang pers Bernabéu] Mourinho adalah f—— penguasanya, ia adalah f—— bosnya! Ia tahu segalanya tentang ini dan aku tak mau bersaing dengannya di sini.”

Skuat pep kemudian menang 2-0 di kandang Madrid dan melenggang ke final setelah bermain imbang di leg kedua. Musim 2011 Barcelona merengkuh trofi La Liga dan Liga Champions League.

Namun musim berikutnya Mourinho membuat timnya menguat untuk menjuarai La Liga setelah tiga musim beruntun Real Madrid absen dari daftar juara Liga Spanyol. Sementara Barcelona kebagian trofi Copa del Rey. Banyak analisis ketika itu menyebut Mou telah berhasil mengembangkan taktik yang popuer disebut sebagai strategi ‘anti-barca’ sebagai cara meredam permainan tiki-taka ala Guardiola.

BACA JUGA
Klopp Peringatkan West Ham Jelang Duel Di Anfield

Setelah Guardiola meninggalkan Barcelona dan disusul Mourinho pergi dari Madrid. keduanya sempat berjumpa sekali di ajang Piala Super Eropa yang mempertemukan Bayern Munich kontra Chelsea. Laga berakhir imbang dan kemudian dimenangi skuat Pep lewat adu penalti.

Total duel Mourinho vs Guardiola telah berlangsung 16 kali. Guardiola lebih superior dengan tujuh kali menang, Mourinho unggul tiga kali dan lima sisanya berakhir remis.

Komentari Artikel Ini