Kasus Ganti Wasit di Pertandingan PBFC vs SFC, Berbuntut Hukuman Bagi Pelatih Hingga Presiden Klub PBFC

Pusamania Borneo FC dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindakan intimidasi terhadap perangkat pertandingan. (foto: Indonesiansc.com)

20160507-gts-tsc-week2-wm-pusamania-borneo-persib

Sepakbola.com, Samarinda – Pusamania Borneo FC mendapatkan teguran keras dari Komisi Disiplin (Komdis) Indonesia Soccer Championship (ISC) A terkait pergantian wasit di babak pertama pada laga PBFC kontra Sriwijaya FC di Stadion Segiri, Samarinda, 27 Agustus lalu. Klub berjuluk Pesut Etam terbukti bersalah melakukan tindakan intimidasi terhadap perangkat pertandingan.

Atas hal ini klub asal Samarinda diberikan peringatan keras dan harus bermain di tempat netral dengan masa percobaan hingga berakhirnya ISC A 2016 bila kasus ini kembali terulang. Lebih lanjut, komdis menegaskan terhadap keputusan ini tak dapat diajukan banding sesuai dengan pasal 115 Kode Disiplin ISC.

Selain tim PBFC, pelatih Dragan Djukanovic juga menerima hukuman terkait kasus ini. Komdis memberikan hukuman kepada pelatih asal Montonegro tak boleh mendampingi tim selama dua pertandingan yakni pada pekan ke-19 (vs Bali United) dan pekan ke-20 (vs Persiba Balikpapan).

Hal sama juga didapat, kapten tim PBFC, Ponaryo Astaman yang dilarang memperkuat skuad Pesut Etam pada pekan ke-19 (vs Bali United). Sedangkan Presiden PBFC, Nabil Husein juga kembali mendapatkan hukuman terkait kasus sama yakni berupa denda Rp10 juta.

Diminta tanggapannya, terkait hal tersebut, manajer PBFC, Danilo Fernando bungkam. “Ini jelas merugikan kita, tapi mau gimana lagi,” singkatnya. (sumber: pusamaniafc.com)

Penulis; Ardi Purwoko/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini