Meski Menang Telak, Ini 5 Kelemahan Timnas Indonesia Kontra Malaysia

Indonesia memang tampil bagus pada pertandingan tersebut. Tapi tidak cukup untuk dikatakan hebat, karena maasih ada banyak kekurangan yang harus dibenahi. R

Pemain Kunci Timnas Indonesia di Piala AFF 2016

Sepakbola.com, Jakarta  – Debut timnas Indonesia selepas vakum hampir setahun karena sanksi FIFA memang impresif. Mereka berhasil menjungkalkan Malaysia dengan skor 3-0 di Stadion Manahan Solo.

Tiga gol Indonesia diborong oleh brace Boaz Salossa dan satu gol Irfan Bachdim. Secara keseluruhan permainan Indonesia memang layak diapresiasi, mengingat persiapan mereka hanya sebentar untuk menghadapi laga ini.

Memang hasil akhirnya luar biasa, namun permainan Indonesia belum cukup untuk dinilai hebat, karena maasih ada banyak kekurangan yang harus dibenahi. Lalu apa saja kekurangan Indonesia di laga tersebut, berikut lima di antaranya:

1. Gebrakan Indonesia Hanya di Awal Pertandingan, Selepas itu melempem

Tiga gol yang bersarang ke gawang Malaysia terjadi di awal-awal pertandingan. Pada 20 menit pertama, Indonesia langsung memberikan pressing ketat kepada pemain Malaysia.

Alhasil tekanan ketat tersebut membuat lini pertahanan Malaysia melakukan kesalahan yang berbuntut dua gol ke gawang Che Mat.

Sayangnya penampilan impresif Indonesia tak konsisten dalam 90 menit pertandingan, setelah tiga gol tercipta justru Indonesia banyak ditekan oleh Malaysia. Dan lebih banyak menunggu lawan dengan mengandalkan serangan balik.

Di babak kedua, saat beberapa penggawa utama seperti Boaz Solossa dan Irfan Bachdim tak lagi bermain praktis greget permainan Indonesia tidak lagi terlihat.

Meskipun hal ini merupakan sebuah strategi mengingat Indonesia sudah unggul telak 3-0, akan tetapi bila lengah sedikit Malaysia bisa saja mencetak gol.

 

2. Organisasi Permainan Indonesia Masih Kurang Padu

Selanjutnya kelemahan yang benar-benar nampak adalah masalah organisasi permainan. Koordinasi antar lini belum mampu berjalan dengan baik. Pun demikian dengan transisi dari menyerang ke bertahan yang diperagakan oleh anak asuh Alfred Riedl tersebut.

BACA JUGA
Meski Kalah Di Leg Pertama Semifinal, Vietnam Masih Optimistis Lolos ke Partai Final

Ketiga gol Indonesia tidak terjadi melalui skema seragan yang dibangun apik. Ketiga gol tersebut terjadi lantaran kualitas individu yang dimiliki oleh Irfan dan Boaz. Dalam laga ini Indonesia juga kesulitan dalam melakukan build-up serangan.

 

3. Sering Kecolongan

Duet double pivot yang diperankan gelandang Indonesia Bayu Pradana dan Evan Dimas sering kali kali kecolongan saat menghadapi serangan balik yang dilakukan oleh Malaysia.

Mereka berdua sepertinya keteteran menutup celah permainan Indonesia yang ditinggalkan dua sayap mereka yakni Zamrun dan Andik Vermansyah yang sering terlambat dalam menutup areanya sendiri.

Bila ini didiamkan pastinya berbahaya mengingat lawan kualitas timnas Indonesia sudah menanti di Grup A.

 

4. Fisik Pemain

Fisik pemain Indonesia kelihat masih kedodoran terutama jelang 15 menit terakhir. Memang hal ini disadari oleh pelatih Alfred Riedl apalagi waktu berkumpul skuat hanya sebentar.

Kebanyakan pemain timnas kelelahan karena ketatnya kompetisi ISC 2016. Maka dari itu pelatih asal Austria ini harus memutar otak supaya masalah ini tidak terlalu berulang di Piala AFF 2016 nanti.

 

5. Para Debutan Masih Terlihat Grogi

Delapan pemain diberikan kesempatan Alfred Riedl untuk melakukan debutnya bersama Timnas. Delapan pemain tersebut yakni Bayu Pradana, Abdul Rahman, Irsyad Maulana, Yanto Basna, Abduh Lestaluhu, Ichsan Kurniawan, Lerby Eliandry, dan Indra Kahfi.

Kebanyakan dari mereka turun di babak kedua dansebagian besar masih terlihat canggung sehingga Indonesia kesulitan sekali mengembangkan permainan di babak kedua.

Penulis: Ardi Purwoko/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini