Parah! Gara-gara Tato, Mantan Striker Kontroversial West Ham Ini Didepak Dari Stasiun Televisi

Paolo Di Canio tampil hanya dengan kaos polo lengan pendek hingga memungkinkan tatonya bertuliskan DVX, yang mengacu pada diktator fasis Italia, Mussolini. (Sumber Foto: The Daily Mirror)

Paolo Di Canio

Sepakbola.com, Roma – Paolo di Canio baru-baru ini harus didepak dari perannya sebagai pundit sepak bola di Sky Sports Italia, setelah dirinya menunjukkan tato berbau Fasis yang mengacu pada diktator Italia, Benito Mussolini saat siaran langsung.

Mantan striker West Ham United itu memperlihatkan tatonya yang bertuliskan “DVX” (Dux) selama siaran langsung laga Premier League pada hari Minggu kemarin.

Pria berusia 48 tahun itu biasanya menyajikan acara lengkap dengan mengenakan jas serta dasi. Tapi pada satu itu, Di Canio tampil hanya dengan kaos polo lengan pendek.

Hal inilah yang memungkinkan tato DVX yang berada pada bagian bisep lengan kanannya terlihat. Alhasil foto tersebut tersebar di Twitter dan memicu kontroversi.

 

Kata “Dvx” berasal dari bahasa Latin yang berarti dalam bahasa Italia “Duce” atau atau “Il Duce” yang berarti seorang pemimpin, yakni titel yang diadopsi oleh Mussolini.

Obelisk modern “Mvssolini Dvx” yang berarti Mussolini sang pemimpin masih ada di kota Roma, Italia hingga kini.

 

“Kami membuat kesalahan, kami mohon maaf kepada semua pihak yang terluka,” kata Jacques Raynaud, wakil presiden eksekutif Sky Sports.

“Setelah berbicara panjang lebar terkait Di Canio dan meskipun sikap profesionalisme dan keahliannya di bidang sepak bola, kami telah memutuskan secara bersama untuk menghentikan kemitraan,” lanjut dia.

BACA JUGA
Stadion Pakansari Jadi Opsi Terbesar Venue Final Piala AFF 2016

Di Canio sebelumnya telah dikritik karena pandangan politiknya dan menolak untuk menyebut keyakinannya ketika ia ditunjuk sebagai manajer Sunderland pada tahun 2013.

Ia juga sempat didenda oleh klub Italia, Lazio setelah membuat salut gaya orang fasis untuk ketiga kalinya dalam setahun selama laga derby kontra AS Roma pada tahun 2005 lalu.

Mussolini sendiri adalah diktator fasis asal Italia yang berkuasa selama 20 tahun hingga tahun 1943. Ia kemudian dieksekusi pada tahun 1945 ketika ia ditangkap oleh komunis Italia ketika mencoba untuk meninggalkan negara itu. (Sumber: BBC/Football Italia)

Penulis: Vincent Asido/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini