Tak Lagi Dapat Banyak Kesempatan Mencetak Gol, Rekrutan Anyar Liverpool Ini Justru Bersyukur

Georginio Wijnaldum tak dimainkan di posisi gelandang serang mengingat banyak stok pemain bernaluri menyerang di skuat Jurgen Klopp.

wijnaldum liverpool

Sepakbola.com, Liverpool – Bintang baru Liverpool, Georginio Wijnaldum merasa peran baru yang diberikan Jurgen Klopp musim ini sulit. Meski dimainkan di posisi yang lebih ke dalam dan jarang punya kesempatan mencetak gol, Wijnaldum justru bersyukur karena The Reds punya banyak pilihan pemain bernaluri membunuh tinggi.

Wijnaldum menjadi gelandang serang untuk Newcastle United musim lalu dan itu membuatnya sangat produktif, mencetak 11 gol di Premier League. Namun, setelah pindah ke Liverpool dia sulit untuk mencetak gol, tetapi penampilannya mengesankan.

Sadio Mane, Philippe Coutinho, Adam Lallana dan Roberto Firmino bersinar di lini depan pada awal musim ini, ini membuat Wijnaldum belum bisa mendapat posisi yang dia sukai.

Pemain asal Belanda ini mengatakan kepada Liverpool Echo: “Sulit dan itu masih sulit sampai sekarang. Di tim saya sebelumnya, saya pemain yang selalu berlari setiap saat untuk membuat gol dan saya mendapat posisi yang memang posisi untuk mencetak gol. Sekarang tak seperti itu lagi, saya jarang di posisi untuk mencetak gol dari beberapa pertandingan terakhir.”

“Tetapi kami punya banyak pemain yang bisa bermain di posisi itu, banyak pemain yang bisa mencetak gol. Saya rasa itu lebih baik untuk tim, karena jika Anda hanya punya satu pemain yang mencetak gol, itu akan menjadi masalah.”

Saat ini kesempatan Wijnaldum untuk mencetak gol lebih banyak sepakan dari luar kotak penalti dan dia sudah menunjukkan insting untuk mencetak gol yang masih tinggi.

Musim lalu pemain 25 tahun ini juga sudah menunjukkan memiliki kemampuan di udara, dia berhasil mencetak empat gol dengan sundulan untuk The Magpies musim lalu. (Sumber: Squawka)

BACA JUGA
Legenda Manchester United Senang Melihat 'Kerusuhan' Di Laga Manchester City vs Chelsea

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini