Vardy Takut Tindakan Rasisnya Menjadi Noda Permanen

Jamie Vardy telah meminta maaf musim panas lalu atas ucapan rasisnya kepada seorang penjudi asal jepang. Sumber Foto: Telegraph)

rasis-vardy

Sepakbola.com, Leicester – Jamier Vardy takut tindakan rasisme musim panas lalu menjadi noda permanen padanya dan dia mengakui hal tersebut lebih buruk dari tindakan kriminal.

Pemain timnas Inggris ini meminta maaf musim panas lalu atas tindakan rasisnya. Pada rekaman di sebuah casino dia mengatakan Jap (ejekan untuk orang keturunan Jepang) kepada penjudi lainnya.

Dan Vardy sudah mengutarakan penyesalannya pada buku otobiografi terbarunya, dia mengatakan hanya jahil, bukan bermaksud rasis. Namun, dia tahu orang-orang tak akan pernah lupa atas insiden ini.

“Sebagian besar keyakinan bisa dihapus waktu, tetapi tidak ada cara menghapus apa yang terjadi di bulan Juli 2015,” katanya, “Kata rasis menjadi noda permanen pada nama saya. Ini lebih buruk dari catatan kriminal.”

Ia kemudian melanjutkan, “Beberapa orang tidak akan pernah memaafkan saya. Orang lain mungkin bisa menerima kesalahan yang saya buat dan belajar mengenali saya.”

“Di YouTube, ketika anak-anak saya mengetikkan nama ayahnya dan yang muncul Jamie Vardy rasis. Di Google juga. Itu mengerikan!,” sesal Vardy.

Vardy mengakui dia suka minum dan menghabiskan malam di club malam, membuat rusuh hingga bermalam di penjara, tetapi dia mengaku tak pernah berbuat rasis. Vardy merasa Jap bukanlah kata-kata rasis. (Sumber: Telegraph)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini

BACA JUGA
Henderson Ingin The Reds Belajar Dari Kesalahan Usai Kalah Dramatis