Pemain Terbaik Dunia Tahun 1995 Ini Akui Milan Tim Kuat Saat Bersama Dirinya

Weah berhasil memenangkan dua gelar Serie A pada musim 1995/96 bersama Fabio Capello sebagai pelatih, kemudian satu lagi terjadi pada musim 1998/99 di bawah asuhan Alberto Zaccheroni.

George Weah

Sepakbola.com, Milan – Mantan striker AC Milan, George Weah hari ini merayakan ulang tahunnya yang ke-50. Memasuki usia setengah abad, mantan pemain internasional Liberia itu melihat kembali kehidupan dan kariernya di dunia sepak bola.

Weah juga mengomentari perkembangan Milan saat ini, dan mengakui bahwa Rossoneri menjadi tim yang kuat saat dirinya masih membela klub raksasa Italia itu.

“Saya melihat beberapa pertandingan (Milan) dan itu adalah pengalaman yang tidak memuaskan. Tapi Milan adalah Milan, saya berharap semuanya berhasil. Tidak benar bahwa orang-orang di stadion merasa sedih,” ungkapnya.

“Jika pemilik baru asal China bisa membangun tim yang hebat, maka kenapa tidak? Sama seperti di PSG, ketika Anda ingin menjadi juara, Anda hanya perlu uang,” lanjut Weah.

Striker yang membela Rossoneri di pertengahan era 90-an itu menyebut ketika dirinya membela Milan, klub asal kota mode itu menjadi salah satu klub terkuat dan sempat memenangkan dua gelar Scudetto.

“Saya masih tetap berhubungan dengan Marco Simone, yang selalu seperti saudara saya, sementara di hari lain saya berbicara dengan Ibou Ba dan teman saya Umberto Gandini, yang kini di Roma,” pungkasnya.

Weah berhasil memenangkan dua gelar Serie A pada musim 1995/96 bersama Fabio Capello sebagai pelatih, kemudian satu lagi terjadi pada musim 1998/99 di bawah asuhan Alberto Zaccheroni.

Pada tahun 1995 Weah terpilih sebagai pemain terbaik dunia versi FIFA dan juga memenangkan Ballon d’Or dan menjadi pemain Afrika pertama yang memenangkan gelar tersebut. (Sumber: Football Italia)

Penulis: Vincent Asido/Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini

BACA JUGA
AC Milan Terancam Tanpa Dua Bintangnya Kala Bertamu Ke Kandang Roma