in

Keuntungan dan Kerugian Kuota Pemain Asing 2+1 Di ISL 2017

Kuota Pemain Asing di ISL 2017

Sepakbola.com, Jakarta – PSSI memastikan akan menggelar Indonesia Super League 2017 mulai 26 Maret 2017 dengan 18 klub akan mengikuti kompetisi ini. Rencananya ada sejumlah regulasi baru yang hadir kompetisi resmi tersebut.

Salah satu regulasi baru yang diterapkan adalah kuota pemain asing. Jika di Indonesia Soccer Championship (ISC) A 2016, PT Gelora Trisula memperbolehkan klub-klub komposisi pemain asing tiga dari non asia dan satu pemain asia (3+1).

Namun pada ISL 2017, jika PSSI menerapkan peraturan baru soal jumlah pemain asing, yaitu maksimal tiga pemain dengan komposisi dua dari non-Asia dan satu pemain Asia (2+1).

Tentunya ada sisi positif maupun negatif yang ada dari regulasi ini. Akan tetapi klub-klub sudah menerima keputusan itu. Apalagi ini untuk memajukan pemain-pemain Indonesia.

Sisi positif pertama soal pembatasan pemain asing yakni memberikan kesempatan bermain pemain lokal lebih banyak. Dengan demikian kesempatan munculnya pemain lokal potensial akan lebih terbuka dengan kuota pemain asing 2+1.

Biasanya klub-klub akan menggunakan kuota pemain asing masing-masing untuk posisi depan, tengah, dan belakang. Jika hanya satu pemain asing di setiap posisi tersebut pastinya klub-klub tidak mau akan memberikan kesempatan untuk pemain lokal unjuk gigi.

Dengan demikian timnas Indonesia tidak akan kehilangan bibit kualitas terutama masalah klasik yakni striker yang sering kali susah ditemui striker lokal yang berkualitas.

Sisi lain yakni sisi finansial, biasanya klub mengeluarkan uang untuk empat pemain asing. Kini kuoata dikurangi praktis dana yang dikeluarkan juga berkurang. Klub bisa menghemat anggaran juga karena hanya menggunakan tiga pemain, jadi cukup efisien.

Namun tetapi terkadang pembatasan ini juga bisa merugikan loh. Salah satunya jika pembatasan kuota ini akan membuat harga atau gaji pemain asing melonjak karena klub-klub akan saling berebut pemain asing berkualitas.

Mereka pastinya akan mencari pemain asing yang berkualitas dan pastinya harganya selangit. Memang hanya tiga namun dengan harus mencari pemain yang berkualitas, mau tidak mau klub mengeluarkan kocek lebih dalam.

Terakhir kerugian yang didapatkan, dimana ketika klub Indonesia akan bermain di level benua Asia. Komposisi pemain asing 2+1 ini memang berbeda dengan yang diterapkan di liga negara-negara Asia lain.

Mayoritas mengadopsi peraturan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) yaitu komposisi tiga pemain non-Asia dan satu pemain Asia (3+1). Klub-klub Indonesia sepertinya tidak akan kompetitif jika nantinya bermain di kompetisi lantaran kalah jumlah soal pemain asing sekaligus tidak terbiasa dengan komposisi pemain asing jika nantinya tetap memaksakan mengikuti komposisi tiga pemain non-Asia dan satu pemain Asia (3+1).

Mungkin bisa disiasati dengan memberikan pengecualian kepada klub yang akan berlaga di kompetisi AFC. Dimana klub yang akan berlaga di kompetisi AFC diperbolehkan untuk menggunakan pemain asing 3+1.

Tapi sekali lagi kuota pemain asing 2+1 lebih banyak sisi positif ketimbang negatifnya. Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk kompetisi sepakbola indonesia, terutama bagi-bagi klub yang lebih memajukan pemain lokal dibandingkan pemain asing.

Penulis: Aglar Ardha Raja/ Editor: Rudi Purwantoro

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%