,

5 Poin Penting Usai Manchester United Menang 2-1 Lawan Anderlecht

Sepakbola.com, Manchester – Manchester United dengan susah payah mendapatkan tiket semifinal Liga Europa. Lawan mereka di perempatfinal, Anderlecht ternyata tampil apik di Old Trafford dan nyaris memaksa laga harus diakhiri dengan adu penalti. Beruntung Marcus Rashford dengan kecerdikannya berhasil menyelamatkan United.

Manchester United memang menguasai laga, tetapi gol Sofiane Hanni pada menit 32 membuat Red Devils tertekan. Situasi saat itu diperparah dengan cederanya Ibrahimovic dan Marcos Rojo, tetapi perjuangan United tak sia-sia. Berikut lima poin penting usai United mengalahkan Anderlecht.

1. Pogba genius

Pogba sudah membuat terobosan ketika pertandingan baru dimulai. Tak mau menunggu, dia langsung membuat stadion bergemuruh. Kali ini dia tidak menggemparkan internet, bukan pula hati kita.

Aksi-aksi individualnya sungguh menjadi tontonan yang sangat menarik dan membantu United. Salah satu yang paling diingat mungkin adalah ketika dia memutari Youri Tielemans yang membuat pemain muda Anderlecht ini tampak bodoh.

Setelah memutari Tielamans, Pogba menatap tajam dan melihat Marcus Rashford yang jaraknya puluhan meter darinya, bintang muda ini kemudian lari ke depan. Gelandang Prancis ini kemudian seperti menerobos ruang dan waktu kemudian siap menerima bola dari Rashford lagi.

Beberapa saat kemudian kejadian mirip terulang lagi, Pogba melihat dengan jelas posisi Rashford dan memberikan umpan terobosan. Rashford kemudian memberikan assist kepada Mkhtiaryan untuk gol pertama mereka.

2. Shaw, baik dan buruk

Shaw menunjukkan performa yang apik dalam menyerang melawan Anderlecht. Dia menunjukkan kepada fans United apa yang bisa dia lakukan. Shaw menawarkan serangan berbahaya dari sisi kiri. Tetapi, untuk urusan bertahan, Shaw agak bermasalah. Konsep Mourinho jelas, bila Anda bukan striker maka jadilah pemain box-to-box, kalau tidak bisa bertahan jangan main.

BACA
Walau Masih Pakai Tongkat, Shaw dan Rojo Akan Ikut ke Stockholm

Shaw hanya berdiri santai saat Sofiane Hanni menyamakan kedudukan. Dia harusnya bisa atau paling tidak berusaha menghambat pemain Aljazair ini, tetapi dia diam saja. Dia juga terkena nutmeg Massimo Bruno, 10 menit sebelum babak kedua berakhir.

Tetapi, Shaw berhasil mencuri hati Mourinho, setelah pertandingan, bos United ini terharu ketika Shaw mengatakan ‘mainkan saja saya bila Anda mau selama 30 menit walau saya mengalami kram’ sebelum extra time. Dia juga siap ditempatkan di mana saja demi membantu United menang.

3. Manchester United kehilangan Marcos Rojo

Musim lalu mungkin orang tertawa bila mendengar Rojo akan menjadi bek paling penting United dan bila dia cedera akan mengurangi kesolidan lini belakang. Tetapi, pada laga ini terbukti. Rojo keluar pada menit 23 digantikan Daley Blind, tiba-tiba Setan Merah rentan di lini belakang. Tanpa intensitas fisik yang diberikan Rojo, United lebih mudah ditekan, dipecah dan dipenetrasi. Blind juga orang yang patut disalahkan untuk gol Hanni karena clearance lemahnya dan juga tackle pada pemain Aljazair tersebut.

Sepanjang pertandingan, pertahanan United tak pernah meyakinkan, Anderlcht terus menciptakan peluang ketika ada beberapa orang di depan. Di babak kedua Anderlecht mulai kelelahan dan United memonopoli pertandingan sehingga kelemahan ini lenyap. Tetapi, itu terjadi sepanjang musim.

4. Cedera Ibrahimovic kesempatan besar Anthony Martial

Ini sekarang imbasnya. Mourinho terus memainkan Ibrahimovic di Liga Europa, Premier League, FA Cup. Tetapi, ini memang diakui Mourinho hanya karena dia tak terlalu percaya dengan Rashford atau Anthony Martial. Hasilnya, Ibra mendapat cedera dan menurut Mourinho itu serius.

Tidak bisa dipungkiri usia Ibra sudah 35 tahun, kekuatan fisiknya tentu tidak seperti dulu lagi, tetapi dia dipaksa untuk terus bermain. Namun, ini kesempatan yang baik bagi Martial dan teguran bagi Mourinho untuk memberikan Ibra istirahat.

BACA
Gagal Antarkan Arsenal Finis Di Empat Besar Untuk Pertama Kali, Ini Kata Wenger

5. Marcus Rashford menakjubkan

Rashford sekali lagi menunjukkan keajaiban. Namanya yang digembar-gemborkan musim lalu memang bukan kebetulan atau cerita satu musim. Semakin ke sini, Rashford semakin meyakinkan. Dia tak banyak diberi kesempatan oleh Mourinho, tetapi ketika diberi kesempatan dia tak meyianyiakannya.

Melawan Anderlecht dan menjadi winger kiri, Rashford tak henti-hentinya membuat Anderlecht sibuk. Dia memberikan assist untuk gol pertama dengan passing yang terukur. Dia mengambil tendangan bebas dan tidak buruk. Memang finishingnya agak kurang, tetapi ini wajar karena dia lebih banyak berdiam di bangku cadangan musim ini.

Ketika Ibra keluar? Dia menjadi target man, hasilnya, dua bek dikecoh dengan mudah oleh Rahsford ketika mendapat bola dari Fellaini. Kepercayaan dirinya seperti bukan pemain muda, melepaskan tembakan akurat ke sudut gawang. Tak main-main yang dia kecoh adalah Kara dan Dendoncker dengan backheel. Setelah pertandingan Mourinho memuji mental baja Rashford. Dengan cederanya Ibrahimovic dan ketajamannya dalam beberapa pertandingan terkahir, era Rashford siap dimulai. (Sumber: Squawka/Whoscored/Soccerway)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Setyo Bagus Kiswanto