in

7 Pemain Leicester Yang Statistiknya Meningkat Usai Ranieri Hengkang

pemain leicester

Sepakbola.com – Setelah hampir masuk zona degradasi, Leicester memutuskan untuk memecat Claudio Ranieri. Ini cukup mengejutkan karena musim lalu dia baru mencatatkan sejarah baru di dunia dengan membawa Leicester City juara Premier League.

Tak masuk akal memang tim yang sedang bersemangat tiba-tiba anjlok performanya. Dan setelah Ranieri pergi, banyak yang meragukan The Foxes akan pulih, tetapi di tangan asisten Ranieri, Craig Shakspeare, Leicester kembali bangkit. Leicester menang lima pertandingan berturut-turut dan sukses melangkah ke perempatfinal Liga Champions di bawah manajer baru mereka.

Apapun yang menjadi hambatan Ranieri musim lalu, beberapa pemain menunjukkan kualitas mereka setelah dia pergi. Berikut tujuh pemain yang secara statistik meningkat setelah kepergian Ranieri.

1. Riyad Mahrez

leicester siap jual mahrez

Mahrez mencetak tiga gol dari 23 pertandingan Premier League sebelum kepergian Ranieri, setelah manajer Italia itu pergi dia mencetak dua gol dari enam pertandingan. Saat masih dipimpin Ranieri rata-rata dia menciptakan 1,26 peluang dan 2,09 take ons per pertandingan, sekarang dia menciptakan peluang 1,81 dan 3,54 take ons per pertandingan. Sekarang Anda bisa menyaksikan kembali lihainya Mahrez di lapangan.

2. Robert Huth

Kapten Leicester City Wes Morgan
Duet Wes Morgan dan Robert Huth adalah kunci tangguhnya pertahanan Leicester City yang ikut menentukan gelar juara Liga Inggris musim lalu.

Dia salah satu pemain yang sangat mencolok performanya sebelum dan setelah pemecatan Ranieri. Dia tampak sangat kesulitan menjaga lini belakang bersama Ranieri musim lalu, mendapat tujuh kartu kuning dari 23 pertandingan. Bersama Shakspeare dari enam pertandingan dia hanya sekali mendapat kartu.

Sejak Ranieri pergi, kepercayaan diri Huth sangat terlihat di lapangan, rata-rata membuat sembilan aksi bertahan dan tingkat keberhasilan duel satu lawan satu 46 persen. Yang cukup mencolok adalah pergerakan tanpa bolanya, inisiatif bek tengah ini sangat terlihat sekarang, menjebak offiside, melakukan pelanggaran kecil dan menutup rapat pertahanan.

BACA
Karena Alasan Ini, Guardiola Tak Cemas Manchester City Kehilangan John Stones

3. Kasper Schmeichel

schmeichel-leicester
Kasper Schmeichel gagalkan penalti Joaquin Correa di leg pertama 16 besar Liga Champions

Tanpa bek yang solid, kiper akan sulit tampil baik. Di bawah Ranieri dia kebobolan rata-rata 1,59 gol per pertandingan dan bersama Shakspeare turun ke 1,33 per pertandingan, rata-rata penyelamatan 2,25 sejak Februari. Dia juga mencatatkan dua clean sheets dari enam pertandingan terakhir, rekornya musim lalu 17 clean sheets.

4. Danny Simpson

Bek kanan merupakan posisi yang sangat menonjol perubahannya setelah kepergian Ranieri. Sebelum dia pergi, Simpson rata-rata menang duel 41% dan ketika Ranieri pergi meningkat drastis menjadi 52%. Akurasi passingnya sebelum Ranieri pergi 67% dan setelah dia pergi menjadi 73%.

5. Christian Fuchs

Musim lalu full-back Austria ini bukan hanya vital perannya di kiri Leicester, tetapi ketajaman dan kecerdasannya menjadi senjata Foxes untuk melakukan serangan langsung dari lini belakang.

Dia juga menurun di paruh pertama musim ini dan sejak Shakspeare mengambil alih Leicester dia kembali menjadi kunci serangan timnya. Fuchs rata-rata menciptakan 1,6 peluang setiap pertandingan sedangkan saat di bawah Ranieri hampir tidak ada.

6. Marc Albrighton

Pekerja keras, pemain yang memberikan assist dan juga gol, dia sangat penting dalam sistem 4-4-2 yang digunakan Ranieri untuk menjaga keseimbangan tim. Tetapi, paruh pertama musim ini, perannya tidak terlihat sampai akhirnya Ranieri pergi dia tak hanya vital perannya, tetapi juga menjadi game-changer.

Dari lima penampilannya di liga sejak Ranier pergi, Albrighton sudah memberikan empat assist, sebelumnya dia mendapat angka ini setelah bermain 21 pertandingan di Premier League. Tingkat defensifnya juga meningkat, sebelumnya rata-rata aksi bertahannya dua per pertandingan dan sekarang menjadi tiga. Intercept meningkat dari 0,84 menjadi 1,4 dan tekel dari 0,83 menjadi 1,6 per pertandingan.

BACA
Bantai WBA 0-4, Chelsea Kirim Sinyal Ancaman Pada Manchester City

7. Jamie Vardy

Jamie Vardy Hampir Pensiun Dini Dari Sepakbola

Setelah musim lalu sangat luar biasa, Vardy tiba-tiba anjlok paruh pertama musim ini dan hanya mencetak lima gol dari 22 pertandingan. Sekarang dari enam pertandingan, dia mencetak lima gol dan dua assist. Dia juga lebih banyak menang saat duel dengan bek lawan sekarang, rata-rata 55% dan saat Ranieri belum pergi hanya 39%. Ini menunjukkan seberapa ngotot dia dan ingin menang melawan bek-bek lawan.

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%