in ,

[ANALISIS] Jika Datangkan Salah, Ini Sisi Baik Dan Buruknya Bagi Liverpool

Sepakbola.com, Merseyside – Demi memperkuat skuatnya yang akan mengarungi Liga Champions dan Premier League 2017/2018, Liverpool dikaitkan dengan sejumlah nama muda bertalenta ataupun yang sudah punya cukup jam terbang. Di kategori kedua sosok Mohamed Salah masuk ke dalamnya.

Pada medio 2014 lalu sebenarnya Liverpool yang masih diasuh oleh Brendan Rodgers bisa saja merekrut Salah dari FC Basel, namun Chelsea bisa mencuri start. Winger asal Mesir itu kemudian pindah ke Stamford Bridge meski akhirnya tidak punya kenangan manis selama di sana.

Karier Salah baru melejit kala pindah ke Serie A dengan status pinjaman pada 2015. Mengawali dengan Fiorentina, eks penggawa El Mokawloon SC ini kemudian menyeberang ke AS Roma dimana kini ia dipermanenkan. Dalam dua tahun kebersamaanya dengan Serigala Ibukota, Salah sukses membuat 83 penampilan dan menghiasinya dengan 34 gol.

Kini ia masuk dalam daftar belanja The Reds untuk bursa transfer musim panas mendatang, namun apakah benar pemain sayap lincah ini bisa jadi pilihan yang bagus bagi Jurgen Klopp untuk memoles skuatnya? Simak penjabarannya.

POSITIF

1. Salah brilian bersama Roma

Di 2016/2017, Salah adalah tulang punggung Roma bersama dengan sang bomber utama Edin Dzeko. Dengan 19 gol yang 15 diantaranya tercipta di Serie A dan 12 assist sudah cukup membuktikan betapa vitalnya ia bagi Giallorossi. Salah juga masuk 10 besar pemain terkreatif di negeri Pizza dengan 60 peluang yang sukses dibuatnya.

Pergerakannya yang mobile di sisi sayap kanan maupun kiri membuat peluang terbuka dengan mudah baginya sendiri atau pemain lain untuk mencetak gol. Tidak heran I Lupi jadi tim tersebur kedua di Serie A dengan 90 gol.

BACA
Hasil Lengkap dan Klasemen Serie A: Napoli Melesat di Giornata ke-5

2. Ia adalah pemain yang dibutuhkan Si Merah

Absennya Sadio Mane akibat piala Afrika di tengah musim dan cedera lutut di pekan-pekan pamungkas cukup membuat laju Liverpool di Premier League terhambat. Kecepatan, keahlian penetrasi, dan insting gol yang ditawarkan pemain depan asal Senegal itu tidak bisa digantikan orang lain.

Jika Salah datang, maka Klopp tidak perlu merasa pusing berlebihan andai Mane tidak bisa jadi bagian dari skuat. Arketipe dan gaya permainan yang mirip membuat Salah dan Mane bak pinang dibelah dua.

NEGATIF

1. Masalah Harga

Dengan atribut yang dipunya Salah saat ini harga jualnya bisa jadi sangat tinggi. Menurut Transfermarkt, butuh setidaknya 50 juta Poundsterling untuk memaksanya keluar dari Olimpico Roma. Bukan uang yang sedikit apalagi mengingat jika Liverpool kini sudah hampir tidak pernah melakukan transfer dengan nilai besar.

Blunder seperti yang terjadi pada transfer Andy Carrol dari Newcastle United juga harus bisa dihindari Liverpool. Kala itu bomber asal Inggris tersebuit ditebus dengan harga lebih dari 30 juta Pounds namun hasilnya nyaris nihil. Begitu juga Salah yang punya potensi kegagalan di Anfield. Ingat, ia nyaris tak terpakai di Chelsea akibat adapastinya yang dianggap buruk di Premier League.

2. Krisis Mane bisa terulang

Masalah baru akan muncul jika kita mengingat bahwa Salah adalah pemain timnas Mesir yang mana rajin jadi peserta Piala Afrika dan bahkan selalu jadi kandidat kuat juara. Ini bisa mengulang kasus kehilangan Mane di pertengahan musim lalu akibat turnamen dua tahunan ini.

AFCON Cup akan makin menyulitkan andai Mesir dan Senegal sama-sama ambil bagian. 100% Salah dan juga Mane akan pergi dan meninggalkan lubang di skuat Liverpool.

BACA
[FOTO] Gelandang Chelsea Kecelakaan Mobil Di London

3. Di Mana Salah Akan Bermain?

Kekuatan terbaik Salah akan muncul jika ia dimainkan di sisi kanan dengan instruksi melakukan cutting inside menggunakan kaki terkuatnya, yakni kaki kiri. Eks allenatore Roma, Luciano Spaletti, tahu betul soal ini dan menjadikan Salah senjata mematikan milik Il Lupi pada musim lalu.

Masalahnya jika hengkang ke Liverpool, maka ia akan kesulitan mendapat tempat. Dengan tiga pos di lini depan sudah hampir pasti jadi milik Philippe Coutinho, Roberto Firmino, dan Mane maka Salah jadi serba salah.

Mane bisa saja ditempatkan di sayap kiri, namun ini bisa membatasi kemampuannya yang justru menggila apabila ia ditaruh di sisi yang berlawanan. Sedangkan Salah malah tidak pernah mencoba bermain di kanan.

Opsi lainnya adalah membuat Coutinho bermain lebih dalam, namun Klopp harus mengorbankan salah satu dari trio Adam Lallana, Emre Can, dan kapten Jordan Henderson. (Liverpool Echo)

Penulis: Izzuddin Faruqi Adi Pratama/Editor: Rudi Purwantoro

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%