in

5 Pelajaran Yang Bisa Dipetik Dari Kekalahan Tipis Manchester United Kontra Barcelona

Sepakbola.com – Armada Jose Mourinho menderita kekalahan perdana dalam lima pertandingan Manchester United selama tur di Amerika Serikat. Adalah Barcelona yang berhasil menghentikan laju impresif Paul Pogba dan kolega.

Neymar menjadi satu-satunya pencetak gol dalam duel pramusim bertajuk International Champions Cup di FedEx Field, Maryland, Kamis (27/7/2017). Superstar Brasil itu berhasil memanfaatkan kesalahan Antonio Valencia dalam upaya membuang bola, kemudian dengan mudah menaklukkan David De Gea.

Hasil ini menghentikan serangkaian hasil positif yang dimiliki United dalam empat laga sebelumnya. Paul Pogba dan kolega berhasil menumbangkan LA Galaxy, Real Salt Lake, Manchester City dan menang adu penalti kontra Real Madrid.

Sementara bagi Barca, ini merupakan kemenangan kedua di ajang International Champions Cup setelah sebelumnya menang 2-1 atas Juventus di East Rutherford.

Berikut lima poin yang bisa dipelajari dari kemenangan tipis Barca atas Manchester United.

Pramusim yang nyaris sempurna bagi Mourinho

kekalahan manchester united
Mourinho anggap kekalahan dari Barcelona adalah hal positif. (Foto: Metro)

Setelah musim lalu bermasalah dengan cuaca, lapangan dan fasilitas di Tiongkok, tur kali ini bisa dibilang sempurna untuk Mourinho. Dengan lawan yang sangat berkualitas, tempat latihan ciamik, seharusnya Mourinho sudah sangat puas dengan hasil yang diraih timnya.

Dengan empat kemenangan dalam lima laga di Amerika Serikat, tentu ini bisa menjadi pertanda pasukannya bisa bersaing meraih titel Liga Inggris musim 2017/18.

Peran vital De Gea

De Gea lakukan sejumlah penyelamatan gemilang.

Pengaruh De Gea di skuat Setan Merah sudah tak bisa diragukan lagi. Peraih dua gelar pemain terbaik United ini semakin menunjukkan kematangannya. Berkat performa gemilangnya pula, United hanya kebobolan satu gol di pertandingan kontra Barca.

Setelah menjadi pahlawan kemenangan dalam drama adu penalti kontra Real Madrid awal pekan ini, kiper internasional Spanyol itu membuat upaya tembakan Lionel Messi dan Luis Suarez selalu sia-sia.

BACA
PREDIKSI Stoke City vs Chelsea: Misi Kejar Duo Manchester

Jika Manchester United berencana untuk memenangkan Premier League musim depan, maka De Gea harus dijadikan sosok sentral selain Romelu Lukaku dan Marcus Rashford.

Lindelof masih adaptasi

Lindelof dianggap belum memperlihatkan permainan terbaik.

Bek yang baru saja diboyong dari Benfica seharga 30 juta pound ini belum mampu memperlihatkan performa impresif. Masih terlalu dini memang jika harus menilai permainannya hanya dalam lima laga pramusim.

Pemain internasional Swedia ini terlihat begitu gugup ketika menghadapi trio Messi, Neymar dan Suarez. Belum lagi ia juga beberapa kali melakukan kesalahan saat menghadapi Manchester City dan Real Madrid. Namun itu wajar, karena yang dihadapi bukan tim sembarangan.

Boleh jadi, Lindelof bisa lebih rileks ketika menghadapi tim yang levelnya di bawah mereka. United selanjutnya akan berhadapan melawan klub asal Norwegia, Valerenga, dalam laga persahabatan pada 30 Juli nanti.

Neymar harus segera putuskan masa depan

kemenangan tipis Barcelona atas Manchester United
Neymar jadi penentu kemenangan Barcelona.

Belakangan, bintang Brasil ini dikaitkan dengan rumor bakal hengkang ke Paris Saint-Germain. Raksasa Prancis itu bahkan dilaporkan siap menebus klausul pelepasan Neymar sebesar 196 juta pound.

Apakah dia akan bertahan atau tidak? Inilah pertanyaan besar bagi fans Barcelona di mana saja. Saga transfer ini terus bergulir kencang, lantaran Neymar belum mau terbuka soal masa depannya.

Kendati begitu, Neymar seperti tak terpengaruh dengan rumor yang tengah menerpanya. Penyerang 25 tahun itu justru mempertontonkan aksi menawan hingga akhirnya menjadi penentu kemenangan saat laga berjalan setengah jam.

Mitos jersey abu-abu Manchester United

Lukaku jarang mendapat ruang gerak.

Hasil buruk Manchester United ketika memakai seragam abu-abu sepertinya masih berlanjut. Perlu dicatat, warna abu-abu sudah lama tak dipakai sejak 1996 silam pada era kepelatihan Sir Alex Ferguson.

Kepercayaan ini muncul pada musim 1995/96. Ketika pertama kali memakai jersey abu-abu, United mengalami kekalahan 1-3 kontra Aston Villa di pentas Liga Inggris. Skuat Setan Merah selanjutnya justru melaju kencang dengan mendapat delapan kemenangan dari 10 pertandingan.

BACA
Pelatih Belgia Puji Kematangan Lukaku Sejak Gabung Manchester United

Akan tetapi kemudian mereka tumbang 0-1 dari Arsenal, yang mana pada laga di Highbury itu, United menggunakan jersey abu-abu lagi. Setelah dua momen itu, muncul keyakinan bahwa United akan kehilangan tiga poin jika menggunakan seragam tersebut.

Dan benar saja, United terus saja mendapat hasil buruk. Imbang lawan Nottingham Forest, kemudian kalah dari Liverpool. Puncaknya saat takluk dari Southampton yang konon membuat Alex Ferguson mengamuk di ruang ganti. Namun bukannya memarahi skuatnya, Ferguson justru meminta timnya tak lagi memakai jersey abu-abu tersebut, sebagaimana yang pernah dikisahkan mantan pemain Lee Sharpe.

Dari seragam ‘galau’ tersebut, United mencatat satu imbang dan empat kalah. Jersey tersebu bahkan langsung ditarik dari peredaran, dua hari setelah pertandingan melawan Southampton pada April 1996. Dan itu juga terakhir kalinya United menggunakan jersey abu-abu. Mereka tak lagi kehilangan poin dan terus melaju hingga akhirnya memastikan trofi juara Premier League. (Mirror)

[VIDEO] CUPLIKAN GOL Barcelona 1-0 Manchester United: Gol Neymar Hentikan Rentetan Kemenangan Setan Merah

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%