in

5 Alasan PSG Layak Juara Liga Champions Musim Ini

Sepakbola.com – Chairman Qatar Sports Investement Nasser Al-Khelafi dan CEO Paris Saint-Germain memutuskan untuk menggelontorkan dana super besar. Namun itu bukan untuk mengembalikan trofi Ligue 1 yang musim lalu jatuh ke tangan Monaco, melainkan tujuan yang lebih besar.

Tentu mereka ingin mengembalikan trofi elite Prancis setelah musim lalu dianggap gagal total. Tetapi tentu dana besar tersebut tujuan utamanya bukan untuk kompetisi domestik semata.

Selama PSG ditangani Sports Investement, mereka mengalami kemajuan pesat. Sayangnya di Liga Champions mereka tampak jalan di tempat. Bahkan ketika musim lalu hampir dipastikan akan melaju ke babak perempatfinal (menang 4-0 leg pertama), mereka kalah mengejutkan 6-1 dari Barcelona di leg kedua. Tampaknya ini semakin membuat PSG semakin ingin memenangkan Liga Champions.

Mengapa Liga Champions? Karena kompetisi ini akan mengangkat nama klub dan diakui sebagai klub top Eropa, klub yang menuliskan sejarah di buku Eropa. Dan sekarang dengan dana yang luar biasa besar mereka ingin mendapatkan itu. Tetapi, apakah bisa? Berikut lima alasan PSG akan memenangkan Liga Champions musim ini.

5. Jadwal liga domestik yang lebih mudah

Bukan maksud mengecilkan, tetapi Ligue 1 bukan liga terberat di Eropa. Setelah pertandingan sulit di Liga Champions tentu bertemu dengan klub seperti Dijon labih baik ketimbang bertemu Stoke City atau Celta Vigo.

Dan ini merupakan bagian penting di kompetisi elite Eropa. Sementara itu semua klub Inggris dan sebagian besar klub Spanyol tidak bisa benar-benar mengistirahatkan pemain hebat mereka untuk pertandingan domestik. PSG bisa melakukan ini tanpa mempertaruhkan kredibilitas di dalam negeri dan kekhawatiran gagal juara di liga sendiri.

Terakhir mereka mencetak 19 gol di Ligue 1 dan hanya kebobolan tiga dari lima pertandingan dan itu tampaknya tidak akan terhenti dalam waktu dekat.

BACA
[VIDEO] CUPLIKAN GOL Getafe 4-0 Villarreal: El Geta Panas Di Paruh Kedua

4. Kedalaman skuat

Real Madrid sudah membuktikan pentingnya kedalam skuat tahun lalu ketika mereka berhasil mempertahankan trofi Liga Champions dan menjuarai La Liga. Bahkan mereka bisa meraih itu dengan mengistirahatkan Cristiano Ronaldo beberapa kali.

Ligue 1 tidak sesulit La Liga dan kedalaman skuat mereka sekarang sangat luar biasa terutama lini depan. Mereka memiliki Neymar, Edinson Cavani, Kylian Mbappe, Julian Draxler, Angel Di Maria dan Lucas.

Sedikit lebih jauh mereka memiliki Hatem Ben Arfa yang lincah, veteran Javier Pastore dan Giovani Lo Celso. Kemudian didukung Marco Verratti, Adrien Rabiot, Thiago Motta dan Christopher Nkunku.

Dani Alves dan Thomas Meunier dua pemain terbaik di posisinya saat ini sementara Laywin Kurazawa dan Yuri Berchiche di sisi lainnya. Tetapi, untuk bek mereka hanya punya tiga Thiago Silva, Marquinhos, dan Presnel Kimpembe.

3. Jendela transfer Januari

Uang bukan masalah bagi PSG saat ini, Neymar dan Mbappe sudah menjadi buktinya. Mereka juga tidak takut Financial Fair Play dan mendapat reputasi perusak pasaran transfer.

Bila di tengah jalan mendapat masalah entah itu Neymar cedera, Mbappe performanya menurun, Angel Di Maria tak pulih-pulih dari cedera hamstring, mereka masih punya jendala transfer Januari. Pemain cenderung mahal di Januari, tetapi sekali lagi uang tampaknya tak jadi masalah bagi mereka.

Untuk urusan FFP, Nasser Al-Khelaifi sudah mengatakan agar fans mereka tidak khawatir karena dia yakin sudah mematuhi aturan keuangan UEFA tersebut. Tampaknya, uang bukan masalah lagi.

2. Marco Veratti

Barcelona sejak akhir musim lalu berusaha untuk menghadiahkan salah satu gelandang muda terbaik saat ini, Marco Veratti kepada tiga pemain depannya, sayangnya itu gagal. Tidak ada lagi MSN setelah Neymar memutuskan pindah ke PSG.

BACA
PREDIKSI Borussia Dortmund vs Real Madrid: Adu Tajam Lini Depan

Barcelona kecewa berat gagal mendaratkan gelandang Italia ini karena pada sistem yang tepat dia hampir tak bisa tidak dimainkan. Menguasai lini tengah dan membuat permainan PSG berjalan dengan lancar dengan kemampuannya mempertahankan ritme.

Dia mungkin tidak berpartner lagi dengan Blaise Matuidi yang mengagumkan. Tetapi dia masih punya Adrien Rabiot yang bisa melakukan tugas kotor untuknya dan mempertahankan ritme bila gelandang Italia ini terlalu menyerang. Bila tidak berjalan dengan lancar, mereka masih punya satu senjata lagi, Thiago Motta.

1. Mbappe, Neymar, Cavani

Setelah MSN hilang, trio yang paling menggairahkan sekarang adalah MNC. Sekarang Neymar bermain lebih bebas dari Barcelona. Dia tampil seperti masa-masa terbaiknya di Santos – skill, tarian, membodohi lawan – benar-benar mengasyikkan menontonnya.

Dia ingin menang dan benar-benar ingin membuktikan dia cukup baik memenangkan Liga Champions ketika diberi peran utama.

Dorongan untuk memenangkan Ballon d’Or dan merebut takhta sepakbola. Dan bagi Mbappe ambisinya adalah membuktikan dia layak dihargai 166 juta Euro dan hanya penampilannya bersama PSG bisa memenuhi itu.

Kita juga tidak bisa lupa bagaimana bagusnya Cavani. Bila kita lihat perjuangannya ketika kekalahan 6-1 atas Barcelona di perdelapanfinal Liga Champions, striker Uruguay ini memang layak dideretkan dengan bintang-bintang ternama. Hanya saja, tanpa memenangkan Liga Champions itu akan sulit dan sekarang dengan bantuan Neymar dan Mbappe dia bisa membuktikan hal tersebut. (Sumber: sportskeeda.com)

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Total votes: 0

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%