in

5 Poin Penting Usai Manchester United Imbang 2-2 Lawan Stoke

united-stoke
Gol Marcus Rashford ke gawang Stoke City (9/9)

Sepakbola.com, Stoke-on-Trent – Manchester United ditahan imbang 2-2 oleh Stoke City pada lanjutan Premier League di Stadion Britania, Sabtu (9/9). Stoke memperlihatkan pertahanan yang luar biasa, khususnya dari Kurt Zouma, Darren Fletcher dan Jack Butland.

Hasil itu membuat Manchester United kini gagal menang di markas Potters sejak Sir Alex Ferguson menjadi pelatih. Berikut lima poin penting usai hasil imbang di Stadion Britania.

1. Mourinho salah menggunakan lini tengahnya

Karena ini laga tandang yang sulit, Mourinho mengubah formasinya menjadi 4-3-3 dan menambah Ander Herrera ke lini tengah. Secara logika itu masuk akal, menambahkan pemain di tengah untuk membantu mengendalikan arena ini, secara teori juga memberikan kebebasan pada penyerang.

Tapi praktiknya tidak bekerja sama sekali. Pertama Ander Herrera yang tampil starter pertama musim ini, terlihat seperti pemain yang kurang bugar. Kedua, mengingat Jose Mourinho menempatkan Henrikh Mkhitaryan sebagai winger kanan bukan di tengah seperti biasa, dia agak canggung dan membuat United seperti sangat sesak di lini depan.

Melawan tim yang bermain dengan tiga bek seperti Stoke, yang dibutuhkan adalah bermain melebar. Alih-alih menggunakan formasi 4-2-3-1 dan memainkan Jesse Lingard atau Anthony Martial di sebelah kanan, Mourinho membuat mereka menjadi lebih sesak, kurang kreativitas dan United tidak bermain seperti biasa.

Ke depannya jelas Manchester United harus memiliki tiga orang di lini tengah hanya untuk penguasaan bola. Ketika menguasai ball possession United, harus mempercayai Paul Pogba dan Matic untuk menyelesaikan tugasnya.

2. Langkah Choupo-Mouting ke arah yang lebih cerah

Eric-Maxim Choupo-Moting telah memulai karirnya di Stoke City. Dia sudah bermain di tiga pertandingan sebelum tampil melawan United, bermain 90 menit dua kali. Tetapi, dia tidak mencetak gol dan assist, sebenarnya dia hanya melepaskan empat tembakan (satu one target) dan dua key passes.

BACA
Berkonflik Dengan Cavani, Neymar Dicap Sebagai Anak Kecil Menyebalkan

Namun, melawan United dia menunjukkan kualitasnya sebagai pengganti Marko Arnautovic yang telah angkat kaki. Pemain Kamerun ini menunjukkan naluri luar biasa ketika berhadapan dengan Eric Bailly, berhasil memanfaatkan umpan silang Mame-Biram Diouf.

Itu merupakan serangan yang luar biasa, kebobolan pertama United musim ini. Dan harinya menjadi lebih baik ketika pada menit 63 tendangan sudut Xhaqiri berhasil dia manfaatkan dengan membelokkan bola ke gawang.

3. Supermen bola mati

Untuk pertama kali musim ini Manchester United gagal menang. Mereka tertinggal pada menit 43, namun bisa menyamakan kedudukan pada injury time. Mkhitaryan mengirim bola ke tiang dekat melalui tendangan sudut, Matic meneruskannya untuk melewatkan Butland dan Pogba yang sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyundul bola ke gawang, memberikannya pada Rashford yang dengan mudah mencetak gol.

Ini merupakan bola mati yang terstruktur. Cara itu memberikan satu gol di setiap pertandingan mereka di Premier League sejauh ini. Ini tren yang fantastis untuk dikembangkan karena mereka tetap memberi ancaman walau bermain buruk. Pemanfaatan bola mati seperti harus tetap dipertahankan Manchester United.

4. Butland kiper terbaik Inggris

Joe Hart jadi starter di kualifikasi Piala Dunia. Walau kesulitan di West Ham musim ini dan setelah runtuhnya kesuksesannya selama setengah tahun terakhir, dia tetap menjadi pilihan utama Inggris. Masuk akal karena Butland saat itu cedera, tetapi sekarang dia fit.

Butland sudah membuktikan dirinya melawan Manchester United dan tampil jauh lebih baik dari kiper Inggris. Membuat serangkaian penyelamatan untuk menahan United. Sebagian besar tidak ajaib (tidak seperti penyelamatan De Gea dari sepakan Jese), tetapi cukup solid.

Yang lebih mengesankan adalah dominasinya di area penalti, dengan mudah dia mengamankan umpan silang. Satu kesalahan yang dia lakukan adalah terlambat untuk mengantisipasi tendangan sudut di injury time, dia kemudian berubah pikiran dan mundur dan akhirnya gol indah United tercipta. Dia layak gantikan posisi Hart.

BACA
[VIDEO] CUPLIKAN GOL Bayern Munich 2-2 Wolfsburg: The Bavarians Melempem di Kandang Sendiri

5. Masalah sayap Manchester United

Ketika line-up Manchester United muncul dan mereka melakukan pemanasan, tampaknya Mourinho akan membuat formasi menjadi 3-5-2. Ternyata United bermain dengan formasi 4-3-3 karena mereka tidak memiliki winger asli.

United tidak bisa benar-benar bermain 3-5-2 karena mereka tidak memiliki pemain yang cukup dinamis di sebelah kiri. Antonio Valencia jelas bisa bermain di kanan, tapi di sebelah kiri? Darmian terlalu defensive, Blind tak cukup atletis, Luke Shaw masih belum pulih dari cedera dan pilihan lainnya adalah wing-forward yang tentunya tidak akan menawarkan pertahanan solid.

Sementara United juga kesulitan dengan formasi 4-3-3 karena Mkhitaryan terus mengarah ke tengah. Keputusan Mourinho benar karena dia bermain brilian di area ini secara individu, tetapi itu membunuh permainan melebar tim. Satu-satunya pilihan winger asli adalah Jesse Lingard dan Ashley Young, yang keduanya cukup baik untuk jadi starter. Martial bisa bermain di sebelah kiri, tetapi tidak seefektif di sebelah kanan. Winger murni akan memecahkan masalah itu.

Inilah mengapa Mourinho sangat ingin mendatangkan winger sejati seperti Ivan Perisic. Sepanjang musim panas ini United terus membujuknya, tetapi gagal setelah Inter menolak tawaran 50 juta Poundsterling. Perisic pun meneken kontrak baru dengan Inter minggu ini.

 

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Avandi Wiradinata

What do you think?

1 point
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 1

Upvotes percentage: 100.000000%

Downvotes: 0

Downvotes percentage: 0.000000%