5 Kejutan Yang Bisa Terjadi Di Sepakbola Internasional Pada 2018

Sepakbola.com – Tahun 2018 bisa menjadi tahun yang mengejutkan di dunia sepakbola internasional. Saat ini sepakbola Eropa memasuki tahap yang penting, paruh kedua musim domestik yang sering memberikan kejutan, 16 besar Liga Champions dan tentu saja bursa transfer musim dingin.

Ada beberapa peristiwa yang berpontensi menjadi ‘guncangan’ bila dilihat dari situasi di 2017. Tidak ada yang mengira Manchester City bisa terbang jauh di Premier League. Kemudian Tottenham mengalahkan Real Madrid di fase grup. Namun diperkirakan masih akan banyak hal mengejutkan terjadi. Berikut 5 prediksi hal mengejutkan di tahun 2018.

Jose Mourinho dipecat

Di awal tahun ini muncul beberapa laporan Jose Mourinho akan dipecat dari Manchester United – rumor yang dibantah keras olehnya. Rumor yang beredar Mourinho akan mengundurkan diri dari posisinya, tetapi ini bukan gaya Mourinho. Dia selalu pergi dari klub yang dia kelola dengan alasan kesepakatan bersama.

Cerita ini dikuatkan dengan fakta dia belum membeli rumah di Manchester di musim keduanya. Saat ini dia masih tinggal di hotel sehingga memperkuat spekulasi dia tidak akan lama di Old Trafford.

Mourinho menyebut ini rumor sampah, tetapi dia memulai ketegangan dengan direksi Manchester United karena menyebut klub kurang banyak menginvestasikan uang untuk tim. Dia juga mengalami masa di mana Manchester United masuk dalam periode sulit, kekalahan dari Manchester City, hasil imbang berturut-turut dan kalah dari tim divisi dua Bristol di Carabao Cup.

Untuk gelar Premier League tampaknya sudah sangat jauh dari United karena mereka tertinggal 15 poin dari Manchester sehingga catatan-catatan ini membuat tidak menutup kemungkinan dia akan pergi walau saat ini United di posisi kedua.

Manchester City gagal juara Premier League

Mungkin ini prediksi gila karena saat ini mereka memimpin dengan keunggulan 15 poin dan belum kalah sekalipun serta menyingkirkan tim kuat seperti Totenham dan Liverpool. Mereka juga digadang-gadang akan berhasil mencapai Invincibles.

Tetapi, di akhir 2017 dan awal 2018 mereka mulai tampak goyah. Akhir tahun lalu beberapa kali mereka nyaris kalah, tetapi akhirnya berhasil menang tipis. Melawan Crystal Palace mereka juga nyaris, mereka akan kalah bila Milivojevic tidak gagal mengeksekusi penalti.

Roy Hodgson tampaknya melihat celah mengalahkan City walau dia gagal dan ini tentunya dilihat semua manajer Premier League karena City memang menjadi tim yang harus di kalahkan musim ini.

Di sisa musim ini mereka masih harus melawan Liverpool di Anfield, Arsenal di Emirates, Chelsea, Manchester United (kandang) dan West Ham yang semakin baik di bawah David Moyes. Jadi, gagal juara masih mungkin.

Real Madrid akhiri musim tanpa trofi bergengsi

Sulit diterima Real Madrid mengakhiri musim ini tanpa trofi berngengsi. Saat ini mereka sudah memenangkan Supercopa de Espana, Piala Super UEFA dan FIFA Club World Cup. Tetapi tentu itu tak cukup untuk standar Real Madrid karena pada dasarnya ini seperti laga persahabatan.

Tahun lalu mereka luar biasa, mempertahankan Liga Champions dan juara La Liga sehingga musim ini tidak ada yang memprediksikan Real Madrid akan kesulitan.

Di tahun 2018 akan sulit bagi Los Blancos, mereka berhadapan dengan PSG di 16 besar Liga Champions, berjarak 14 poin dari Barcelona dan Copa del Rey Barca masih favorit seperti biasa. Apa yang paling mengejutkan musim ini adalah mereka kalah dari Tottenham Hotspur di fase grup Liga Champions dan menjadi runner-up grup. Ini bisa menjadi musim buruk mereka.

Roy Hodgson akan bawa Crystal Palace ke papan tengah

Ketika Hodgson mengambil alih Palace dari tangan Frank De Boer penyelamatan dari degradasi tampak menjadi misi yang mustahil. Palace kalah di empat pertandingan pertama mereka dan tidak mencetak gol. Di tiga pertandingan pertama era Hodgson pun itu terjadi, bahkan terlihat semakin buruk. Mereka kebobolan lima gol melawan City dan empat melawan United yang mengirim mereka ke dasar klasemen.

Tetapi, secara menakjubkan, mereka menang melawan Chelsea, imbang melawan Swansea. Dan yang paling mengejutkan, imbang melawan Manchester City 0-0 pada pertemuan kedua musim ini. Setelah itu mereka menang melawan Southampton. Hasil ini membawa mereka ke posisi 13 dengan jarak dua poin dari zona merah.

Sejak pindah ke Selhurst Park, Hodgson seperti memberi nyawa baru untuk Wilfried Zaha, Bakary Sako, James Tomkins dan Luka Milivojevic. Pemain-pemain ini tampak lebih bergairah dan membuat Palace tangguh.

Mereka sudah melewati beberapa lawan yang berat dan semakin stabil saat ini. Jadi, untuk masuk ke papan tengah sangat tidak mustahil.

Inggris sukses di Piala Dunia

Sukses di ini bukan berarti Inggris akan menjuarai Piala Dunia, tetapi langkah mereka di ajang terbesar sepakbola ini akan meningkat drastis dari sebelumnya. Kenapa, secara kedalaman tim, mental mereka masih kalah dari tim seperti Jerman, Brasil, Prancis dan Argentina. Namun, masuk ke perempat final – akan menjadi pertama sejak 2006 – atau bahkan semi final akan menjadi prestasi yang sangat bagus terutama untuk Gareth Southgate yang pertama kali merasakan kompetisi besar. Ini akan dianggap lompatan besar setelah kekecewaan di Piala Dunia 2014 dan Euro 2016.

Apa yang berubah, di kualifikasi mereka seperti tidak mendapat masalah, nyaman melanggeng sebagai juara grup. Tetapi, yang lebih menarik ketika mereka berhadapan dengan Brasil dan Jerman di persahabatan, Southgate bereksperimen dan menggunakan formasi baru, hasilnya cukup memuaskan. Inggris juga diperkuat dengan pemain muda seperti Joe Gomez, Tammy Abraham dan Ruben Loftus-Cheek yang tampil mengesankan. Jadi harapan untuk sukses di Piala Dunia terbuka lebar.

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

Komentari Artikel Ini