Guardiola Maknai Spesial Kunjungan Manchester City Ke Anfield

Sepakbola.com, Manchester – Pep Guardiola mengatakan sudah tak sabar ingin mengalahkan Liverpool di Anfield, di mana laga tersebut menurutnya berpotensi menimbulkan kesulitan untuk Manchester City.

The Citizens masih nyaman di puncak singgasana dengan keunggulan 15 poin di klasemen Premier League, dan menjelang lawatan ke Anfield mereka diliputi perasaan di atas angin menyusul rekor tak terkalahkan yang masih terjaga di kancah domestik. Termasuk mereka mencatat rekor fantastis 18 kemenangan beruntun musim ini.

PREDIKSI Liverpool vs Manchester City: Lebih Dari Sekadar Balas Dendam

Tapi Guardiola di bawah bayang-bayang kurang mengenakan dan ia menyebut Liverpool akan menjadi ujian sesungguhnya untuk City. Sebagai catatan, kunjungan terakhir mereka ke Anfield adalah kekalahan 1-0 di kompetisi yang sama musim lalu. Pelatih asal Catalan itu pun tak sungkan memuji gaya permainan yang diterapkan Jurgen Klopp.

“Kita tahu betapa rumitnya pergi ke Anfield, tapi harapannya kami bisa menunjukkan siapa kami sebenarnya. Itulah yang saya inginkan untuk bertarung dengan para pemain saya selama pertandingan,” ujar Pep kepada Soccer Saturday.

“Kami berhasil dengan baik, saya bertemu dengannya di Jerman dan saya sangat menghormatinya. Selalu [saya seorang pengagum bagaimana tim Klopp bermain]. bahkan sebelum dia berada di Dortmund dan saya sangat menghargai pendekatannya,”

“Tentu saja mereka adalah penantang, pergi ke Liverpool selalu tangguh, selalu merupakan tantangan besar untuk memperbaiki dan melihat pada tahap yang lebih besar jika kami bisa menangani apa yang kami inginkan,”

“Saya menyukai Anfield. Bagi para manajer untuk bermain dalam jenis ini. Pertandingan di panggung besar, saya akan senang berada di sana pada hari Minggu.”

Untuk pertama kalinya dalam karier manajerialnya, Guardiola gagal memenangkan trofi apapun selama musim pertamanya bersama Manchester City musim lalu. Namun tampaknya musim ini akan mendatangkan trofi, dan sang manajer merasa senang bahwa filosofinya akhirnya berhasil.

“Ya, tentu saja [senang dengan filosofi yang datang bersama]. Itulah sebabnya kami adalah manajer, untuk memenangkan gelar tapi terutama ketika tim mencoba bermain sesuai keinginan Anda, tentunya kami sangat bahagia,” tambahnya.

“Tentu saja, Anda harus memenangkan gelar untuk memberi pujian, tapi akhirnya, kita bisa mengatakan ‘Baiklah, kita bersama dalam kehidupan kita untuk periode ini dan kita melakukan banyak hal baik’. Sekarang, enam bulan tidaklah waktu yang lama dalam hal sejarah dan musim yang hebat, tapi tidak ada yang dapat mengambil apa yang telah kita lakukan sejauh ini.” tutupnya. (Sumber: The Telegraph)

 

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini