Real Madrid 0-1 Villarreal: 5 Poin Penting Dari Kekalahan Los Blancos Di Bernabeu

Sepakbola.com, Madrid – Peluang Real Madrid untuk juara La Liga tampaknya sudah pupus usai kalah 1-0 dari Villarreal di Santiago Bernabeu (13/1). Ini pertama kalinya The Yellow Submarine mengalahkan Los Blancos di liga.

Pablo Fornals mencetak satu-satunya gol pada pertandingan tersebut dengan tendangan chipnya yang indah. Gol tersebut membuat pasukan Zinedine Zidane tertinggal 16 poin dari Barcelona dengan jumlah pertandingan yang sama. Berikut lima poin penting pada pertandingan tersebut.

1. Babak kedua Real Madrid misteri

Bila Real Madrid bisa unggul di babak kedua – bukan hanya dari pertandingan ini – mungkin mereka bisa tertinggal hanya delapan poin dari Barca. Masih tertinggal, tetapi tidak terlalu jauh.

Villarreal bisa menahan imbang 0-0 Barcelona dan Real Madrid hingga menit 73. Real Madrid bertambah gugup saat mereka gagal mencetak gol pada menit 70 ke atas, sedangkan Barcelona tetap tenang dan akhirnya Luis Suarez serta Lionel Messi berhasil mencetak gol kemenangan.

Respon pertama Real Madrid untuk situasi ini hanya satu, umpan silang. Real Madrid mendapat 11 tendangan sudut, tetapi tidak menghasilkan apa-apa. Marcelo banyak melepas umpan silang tetapi tidak ada yang dikonversi menjadi gol. Bila hanya dua gol yang dicetak melalui sundulan, Zidane harusnya mengurangi umpan silang dan memilih cara lain.

2. La Liga mungkin butuh VAR

Ini memang kontroversial, tetapi bila dilihat kembali Real Madrid harusnya mendapat dua penalti di babak pertama. Yang pertama sundulan Ronaldo di kotak penalti dibelokkan arahnya oleh tangan Alvaro Gonzalez, Bale siap mengintai bola.

Yang kedua saat umpan silang Isco yang harusnya sangat nikmat untuk Ronaldo, tetapi dia didorong sedikit oleh Gaspar sehingga tendangan Ronaldo bisa diselamatkan Asenjo. Akan ada banyak kritik dari pertandingan ini yang mendukung Real Madrid karena dengan VAR mereka mungkin akan mencetak dua gol sebelum Farnals membobol gawang Navas.

3. Haruskan Real Madrid jual Ronaldo?

Agak konyol kedengarannya, tetapi perlu dilihat lagi. Cristiano Ronaldo memang layak mendapat loyalitas – dia menjadi tulang punggung kesuksesan Real Madrid satu dekade terakhir – namun, Real Madrid adalah klub di mana menang adalah hal utama.

Ini tampak seperti periode awal runtuhnya Ronaldo, dia pemain dengan tingkat konversi gol yang sangat rendah di La Liga untuk pemain yang sudah mencetak lebih dari tiga gol. CR7 bahkan tidak dekat dengan statistik ini.

Real Madrid berusaha sekali untuk memberikan Ronaldo kesempatan untuk menembak, setiap saat mereka mencarinya, bahkan terkadang mengabaikan Gareth Bale yang posisinya jauh lebih baik. Melepas Ronaldo mungkin akan menyegarkan lini serang mereka.

4. Villarreal mengeksekusi rencananya dengan sangat baik

Setelah memecat Fran Escriba, manajer tim cadangan mereka Javi Calleja naik menggantikannya. Villarreal pun seperti terlahir kembali. Calleja memulai kariernya sebagia manajer utama dengan enam pertandingan tak terkalahkan (4 menang 2 seri). Mereka menang tandang secara mengesankan saat lawan Celta vigo, tetapi kemenangan melawan Real Madrid mengalahkan itu. Ini sejarah baru di La Liga.

Villarreal sangat sabar pada pertandingani ini, disiplin di pertahanan dan memainkan serangan balik yang membahayakan. Menit akhir ketika stamina dan konsentrasi bek Madrid – yang banyak membantu serangan – berkurang, mereka menysun serangan balik cepat dari tendangan sudut Kroos. Ini sukses besar walau percobaan pertama digagalkan Navas. Di sini kita juga lihat pemain Real Madrid seperti Marcelo, Varane, Carvajal tampak terlambat untuk menutup serangan balik.

5. PSG bisa jadi klub Zidane berikutnya

Sudah ada anggapan Zidane akan menjadi manajer legendaris Real Madrid usai mempertahankan juara Liga Champions pertama kali dalam sejarah dan memenangkan La Liga.

Tapi kini Zidane mendapat tekanan dan pemecatan bisa segera terjadi bila keadaan tidak membaik. Memecat manajer saat keadaan memburuk bukanlah hal yang asing untuk Real Madrid.

Zidane juga mengakui pencapaiannya baik sebagai pemain atau manajer tidak menjaminnya untuk tetap di Real Madrid. Anda tentu masih ingat Carlo Ancelotti yang memberikan La Decima, sesuatu yang sudah lama ditunggu-tunggu publik Bernabeu namun dipecat di musim berikutnya.

Bila Zidane dipecat, PSG bisa tertarik padanya di tengah Unai Emery yang kurang disukai klub kaya tersebut. Di Les Parisiens, karier Zidane bisa dipertaruhkan. Bila sukses namanya akan terselematkan, tetapi bila gagal bisa tenggelam. (Sumber: sportskeeda.com)

 

Penulis: Ricky Sulastomo/Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini