in

Bali United Rela Malu Di Kandang Dan Persija Tak Bawa Simic, Lebih Penting Piala Presiden Ketimbang AFC Cup?

Sepakbola.com, Jakarta – Kiprah Bali United pada laga perdana AFC Cup layak dipertanyakan mengingat diluar dugaan mereka harus kalah telak di tangan tim tamu Yangoon United dengan skor 1-3. Apalagi keputusan berani pelatih Widodo Cahyono Putro yang menurunkan tim lapis kedua saat melawan Yangoon United lantaran pada hari berikutnya, Rabu (14/2/18) mereka akan menjalani laga leg kedua semifinal Piala Presiden menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Tidak ada nama Wawan Hendrawan, Ilija Spasojevic, Stefanp Lilipaly, Demerson Bruno, Fadhil Sausu, Taufik, dll yang biasa menjadi andalan Bali United selama ini saat menjamu Yangoon United. Mereka disimpan untuk laga melawan Sriwijaya FC dimana peluang mereka untuk lolos masih terbuka usai berhasil menahan Laskar Wong Kito 0-0 di leg pertama. Hal ini menimbulkan pertanyaaan apakah Turnamen pramusim Piala Presiden lebih penting daripada turnamen resmi AFC Cup 2018?

Format pertandingan Piala AFC rumit

Sejatinya ada alasan yang sangat masuk akal bagi klub untuk menentukan prioritas mereka. Ambil contoh Bali United, meski melepas laga pembuka Piala AFC mereka tetap masih punya peluang lolos ke fase knockout jika bisa tampil baik di lima laga sisa.

Sementara laga kontra Sriwijaya FC di Piala Presiden adalah laga hidup-mati. Menang lolos final, kalah tersingkir. Dan, peluang lolos ke final sangat besar karena mereka punya keuntungan hasil imbang dari leg pertama.

Peluang Bali United menjadi juara di Piala Presiden terbuka lebar dibandingkan Piala AFC 2018. Pasalnya, Piala AFC menerapkan sistem yang rumit dan berat bagi klub-klub ASEAN untuk bisa lolos ke final. Patut diketahui Di Piala AFC 2018 ada sembilan grup yang dibagi dari beberapa zona.

Klub dari zona Asia Barat masuk Grup A, B dan C.Kemudian klub dari zona ASEAN masuk Grup F, G, dan H. Sisanya berada Grup D yang diisi zona Asia Tengah, Grup E diisi zona Asia Selatan, dan Grup I diisi zona Asia Timur.

Klub yang bisa lolos ke babak knockout ada 11 klub. Ke-11 klub ini diambil dari tiga juara grup dan satu runner-up terbaik zona Asia Barat (A, B dan C) plus empat tim dari zona ASEAN yang merupakan tiga juara Grup F, G dan H, serta satu runner-up terbaik. Sisa tiga klub diambil dari juara Grup D, E, dan I.

Bahkan aturan rumit lagi harus dilakukan di fase knock out. Empal klub zona Asia Barat akan langsung memainkan semifinal zona berlanjut final zona. Pemenangnya akan langsung lolos ke partai puncak AFC Cup.

Sementara zona ASEAN yang ditempati Indonesia lebih berliku. Dari empat klub yang lolos ke semifinal, seluruhnya akan saling berhadapan hingga tersisa satu tim. Satu tim ASEAN tersisa akan masuk fase “Inter-zone play-off semi-finals” berhadapan dengan juara grup Grup D, E, dan I (Zona Asia Tengah, Asia Selatan dan Asia Timur). Empat tim tersebut menjalano fase semifinal antarzona berlanjut ke final antarzona untuk masuk partai puncak Piala AFC menghadapi tim terbaik Zona Asia Barat.

Partai hidup-mati di Piala Presiden

Bila dibandingkan AFC Cup, tentunya akan mudah di Piala Presiden 2018, mengingat Bali United hanya butuh menang 1-0 atas Sriwijaya FC untuk melaju ke final dan berhadapan dengan Persija Jakarta. Hal itu yang mendasari Bali United menurunkan pemain pelapis di laga melawan Yangon.

“Di Piala Presiden tinggal menyisakan satu pertandingan, kami tidak boleh kalah di laga tersebut karena ingin ke final. Sementara di Piala AFC kami masih memiliki lima sisa pertandingan dan harus bekerja keras di laga itu untuk menang,” tegas pelatih Bali United Widodo Cahyono Putro dilansir situs klub.

Pernyataan Widodo ada benarnya juga mengingat mereka masih ada lima partai lain untuk dimaksimalkan untuk bisa lolos sebagai juara grup. Peluang itu tetap terbuka meskipun mereka kini berada di posisi juru kunci usai kekalahan ini.

Apalagi hadiah ditawarkan Piala Presiden 2018 juga besar. Rp3,3 Miliar adalah angka yang menggiurkan untuk hadiah sekelas turnamen pra musim. Memang masih jauh dibandingkan AFC Cup yang memberikan hadiah sebesar USD1,5 juta atau setara Rp20 miliar. Tapi itu sekali lagi hal yang masih jauh untuk dijangkau dibandingkan apa yang sudah di depan mata.

Hal serupa juga dilakukan oleh Persija. Mereka hanya membawa 18 pemain dan tidak membawa striker utama mereka, Marko Simic, untuk melawan Johor Darul Takzim nanti malam. Selain Simic, Persija menyimpan Ramdani Lestaluhu, Ismed Sofyan, dan Maman Abdurrahman untuk partai final yang jaraknya tidak jauh dari laga perdana AFC Cup. Ini menandakan bahwa kedua klub memandang Piala Presiden lebih utama daripada AFC Cup.

PRESS CONFERENCE SESSION AND PRE-MATCH MEETING A pre-match meeting session by both teams with the Match Commissioner, followed by a press conference, was held on the eve of the match between Johor Darul Ta'zim (JDT) and Persija Jakarta in the group H of 2018 AFC Cup. The press conference was attended by Ulisses Morais and Safiq Rahim on behalf of JDT, while Persija Jakarta was represented by head coach Alesandro Steffano Cuggura Rodrigues and captain, Rudi Widodo. The match will take place at the Tan Sri Dato Haji Hassan Yunos Stadium tomorrow on February 14th 2018 at 8.45pm. Luaskan Kuasamu Johor. Hidup Johor Demi Johor #HarimauSelatan #SouthernTigers #PermataSelatan #JewelOfTheSouth #JDTuntukSemua #JDTforAll

A post shared by Official Johor Southern Tigers (@officialjohor) on

Sangat disayangkan tentunya apalagi AFC Cup adalah kompetisi resmi yang membawa nama Indonesia harus dinomorduakan. Hasil yang diraih Bali United dan Persija di AFC Cup tentunya akan berpengaruh kepada rangking Liga Indonesia ke depannya.

Salah siapa?

Tentunya kembali kita tidak boleh sepenuhnya menyalahkan klub mengingat kedua tim pastinya cukup sulit untuk mengatur kebugaran pemain dalam jadwal padat. Seharusnya Panitia Piala Presiden 2018 juga mampu membuat jadwal yang lebih baik bagi kedua tim, sehingga Bali dan Persija tidak sampai menomorduakan kompetisi AFC CUP 2018 ini seperti saat ini.

READY 🇮🇩🐯✊ . #PersijaDay #PersijaSelamanya

A post shared by Persija Jakarta (@persijajkt) on

Panitia Piala Presiden seperti tidak jeli melihat bahwa ada kompetisi resmi yang harus diikuti klub peserta Piala presiden, memiliki jadwal yang hampir bersamaan.

Kita berharap ada keajaiban di lima laga yang akan dilakoni Bali United selanjutnya. Begitu Persija yang dengan pemain rotasi bisa memberikan kejutan kepada Johor Darul Takzim nanti malam.

zidane-real-madrid Real Madrid Lawan PSG

Zidane Pede Laga Real Madrid Lawan PSG Bukan Laga Terakhirnya

Roberto Firmino Dan Mo Salah Jurgen Klopp Sadio Mane Liverpool

Roberto Firmino Dan Mo Salah Mengesankan, Jurgen Klopp: Jangan Lupakan Sadio Mane!