in

Duel Antar Lini Johor Darul Takzim vs Persija Jakarta

Marko Super SImic Persija Jakarta

Sepakbola.com, Jakarta – Setelah memastikan lolos ke final Piala Presiden 2018, Persija Jakarta langsung mengalihkan fokus menghadapi wakil Malaysia, Johor Darul Takzim, di Stadion Tan Sri Dato Haji Hassan Yunos, Johor Baru, Malaysia, Rabu (14/2).

Kedua tim sendiri tengah dalam tren positif di masing-masing negara. Tim tamu misalnya meskipun kalah di laga terakhir menghadapi Kuala Lumpur FA, namun klub berjuluk Harimau Selatan ini sukses merebut dua kemenangan di kandang saat menaklukkan Kedah FA 2-1 dan PKNP 3-0. Kini mereka nangkring di peringkat kedua Liga Malaysia dengan poin 6.

Sementara tim tamu tengah berada tren positif usai menang di tiga laga terakhir di Piala Presiden 2018. Usai menang 3-1 atas Mitra Kukar, Macan Kemayoran menang di dua leg semifinal Piala Presiden menghadapi PSMS Medan dengan masing menang 1-4 di leg pertama dan 1-0 padaleg kedua.

Sebelum menyimak kerasnya laga yang akan tersaji di Stadion Tan Sri Dato Haji Hassan Yunos pada Rabu sore nanti, kami telah menyusun perbandingan kekuatan dari para pemain penting yang dimiliki kedua tim di masing-masing lini.

Penjaga Gawang

Muhammad Haziq vs Andritany Ardhiyaksa

Dalam laga ini penjaga gawang utama mereka, Mohd Farizal Marlias dipastikan absen karena masa pemulihan usai mengalami cedera musim lalu. Tentunya riskan langsung menurunkan penjaga gawang utama timnas Malaysia di laga ini.

Nantinya tempat Farizal akan diisi oleh Haziq Nadzli. Muhammad Haziq Bin Nadzli sejatinya bukan kiper sembarangan, ia digadang-gadang akan jadi suksesor Farizal yang sudah berumur. Apalagi selama bermain di timnas U-23 penampilannya cemerlang sehingga Ulisses Morais, pelatih Johor tidak terlalu khawatir dengan absennya Farizal di laga ini.

Namun bila dibandingkan dengan Andritany tentunya Haziq sangat jauh mengingat kiper disapa Bagol kualitasnya pasti sangat jauh dibandingkan Haziq.

Bagol musim lalu jadi kiper yang paling sedikit kebobolan di Liga 1 musim lalu. Kegemilangannya terus berlanjut di musim ini. Beberapa aksi penyelamatannya membuat Persija lolos sebagai finalis untuk pertama kali di ajang Piala Presiden.

Penampilan hebatnya tergambar pada semifinal leg kedua lawan PSMS. Ada satu momen krusial kematangan Andritany. Menit 76, Frets Butuan mendapatkan umpan dari Sadney Urikhob berlari melewati bek Persija. Saat berhadapan satu lawan satu, Frets coba menggocek Andri. Namun, Bagol dengan pengalamannya dengan tenang mencuri bola dari kaki Frets.

Bek

Fadhli Shas vs Jaimerson da Silva

Fadhli jadi tumpuan lini belakang Johor untuk menghadapi persija. Apalagi bek tengah asing mereka Marco Antonio kondisi masih harap-harap cemas setelah ditarik keluar pada menit ke 40 saat menghadapi Kuala Lumpur FA akhir pekan lalu.

Fadhli merupakan bek paling berpengalaman di JDT musim ini Fadhli lugas dan tidak kenal kompromi.

Sementara Persija memiliki palang pintu yang sangat kokoh yakni Jaimerson da Silva. Kehadiran Jaimerson bisa membuat Persija move on dari Willian Pachecho apalagi Jaimerson telah membuktikan dirinya tidak hanya mampu mengawal lini pertahanan Persija, tetapi juga membantu lini serang Macan Kemayoran.

Satu gol melalui tendangan bebas yang dicetak bek asal Brasil itu dalam laga kontra Bali United membuktikan lini pertahanan lawan juga harus waspada ketika pemain berusia 27 tahun itu maju membantu lini serang Macan Kemayoran.

Gelandang

Safiq Rahim vs Sandi Sute

Siapa otak permainan Johor Darul Takzim yang sukses merajai Liga Malaysia dalam beberapa tahun terakhir. Jawabannya Safiq Rahim. Safiq acap kali piawai dalam memberikan umpan matang kepada lini depan Johor.

Bersama JDT musim lalu, dia sukses jadi top assist dengan catatan total 20 kali.
Pemain 30 tahun itu juga ada di urutan keenam pencetak gol terbanyak MSL musim lalu, yakni dengan 9 gol. Total, musim lalu dia menorehkan 15 gol.

Sementara untuk lawan sepadan Safiq adalah Sandi Sute. Memang karakter mereka berbeda. Mengingat Sandi bertipikal breaker alias pemutus awal serangan lawan. Pemain berusia 25 tahun itu juga acap kali turun membantu mengawal bagian pertahanan dari lini tengah Persija.

Striker

Jorge Rolando Pereyra vs Addison Alves

 

 

 

 

Setelah ditinggal Ghaddar yang kembali memilih ke Kelantan, JDT kembali mengontrak Jorge Rolando Pereyra Diaz. Menariknya rekam jejak Pereyra bersama JDT sangat tajam total 50 gol sudah ia cetak pada musim 2014.

Apalagi di Liga Malaysia ia sudah mencetak satu gol. Lini belakang Persija mesti hati-hati dengan pemain ini.

Sedangkan di kubu Persija jadi ajang Addison Alves untuk unjuk gigi sekaligus menjalani debutnya bersama Persija Jakarta selepas direkrut menggantikan Ivan Carlos yang cedera. Terlebih pada laga ini Marko Simic tidak dibawa karena akan fokus di final Piala Presiden 2018.

Addison secara kualitas tak kalah dibandingkan Simic yang sudah memberikan ketajaman kepada Persija. Apalagi pada Liga 1 ia tampil tajam dengan 16 gol bersama Persipura. Tentunya laga ini jadi ajang pembuktian Addison layak untuk direkrut Persija musim ini.

Robertson Bantah Anggapan Liverpool Hanya Bagus Di Lini Serang Saja

Joey Barton Nilai Mourinho Tak Pantas Latih Manchester United