Mengenal Lechia Gdansk, Klub Tua Polandia Yang Jadi Pijakan Awal Egy Maulana Vikri Di Eropa

Sepakbola.com, Gdansk – Nama Lechia Gdansk mendadak langsung menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepakbola Tanah Air belakangan ini. Hal itu lantaran klub asal Polandia itu menjadi pelabuhan salah satu bintang muda sepak bola Indonesia, Egy Maulana Vikri.

Egy sendiri saat ini sudah berada di Gdansk. Pemain berusia 17 tahun itu akan segera menyelesaikan proses transfernya dengan klub tersebut. Sembari menunggu transfer Egy Maulana Vikri diumumkan oleh Lechia Gdansk, mari mengenal lebih jauh dengan klub yang identik dengan warna hijau dan putih itu.

Berjuang menghindari degradasi

Klub Sportowy Lechia Gdańsk adalah nama lengkap dari klub baru Egy. Klub ini sudah cukup lama didirikan yakni pada tahun 1945.

Meski terhitung sudah cukup lama berdiri, namun tak banyak prestasi yang pernah diraih Gdansk. Sejauh ini klub yang bemarkas di Stadion Energa Gdańsk baru dua kali meraih trofi mayor yakni di Piala Polandia musim 1982-1983 dan Piala Super Polandia semusim berikutnya.

Meski sempat mengakhiri musim di Liga Utama Polandia atau Ekstraklasa pada musim lalu, kini poisi Lechia Gdansk sedang tak menguntungkan. Klub yang diperkuat mantan winger Juventus, Milos Krasic itu ada di posisi untuk berjuang terhindar dari degrdasi.

Saat ini Lechia Gdansk ada di posisi ke-12 dari 16 kontestan Ekstraklasa. Berada di posisi itu, mereka terancam terdegradasi pada musim depan. Mereka kini masuk dalam zona babak kualifikasi untuk beradu kuat agar terhindar dari degradasi.

Sebagai informasi, Ekstraklasa yang diikuti 16 klub memiliki format kompetisi yang cukup unik. Pertama, seluruh klub bertanding dengan format kandang-tandang masing-masing sebanyak 30 pertandingan. Kemudian, setelah itu di awal April 2018, para kontestan itu dibagi dalam dua kelompok.

Kelompok pertama yang diikuti klub peringkat teratas hingga kedelapan akan masuk dalam kelompok yang memperebutkan gelar juara. Selanjutnya kelompok kedua yang terdiri dari peringkat kesembilan hingga peringkat terakghir akan masuk dalam kelompok yang bertanding lagi untuk menghindari degradasi ke kasta kedua.

Didukung suporter fanatik

Satu lagi yang menjadi informasi yang cukup penting dari Lechia Gdansk adalah mereka memiliki kelompok suporter yang luar biasa fanatik. Seperti kebanyakan klub Polandia yang lain, suporter Lechia berkiblat pada mahzab suporter ultras. Mereka kerap membuat koreografi kreatif dan terus bernanyi di sepanjang laga dengan diiringi alat musik drum dan alat musik yang lain, tak berbeda jauh dengan suporter di Indonesia.

Pada akhirnya kita tentu berharap Lechia Gdansk bisa menjadi pijakan awal yang baik untuk karier Egy di Eropa. Selanjutnya kita tentu berharap Lechia bukan menjadi klub satu-satunya bagi Egy di Benua Biru. (Sumber: Transfermarkt, Goal)

Penulis: Hery Kurniawan/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini