Tottenham ‘Terlalu Baik’ Hingga Kalah Dari Juventus

Sepakbola.com, London – Mauricio Pochettino mengatakan bahwa Tottenham Hotspur terlalu ‘baik’ dalam pertandingan melawan Juventus hingga akhirnya tersingkir di babak 16 besar Liga Champions.

Manajer Spurs itu menggambarkan Juve sebagai spesialis dalam memenangkan pertandingan dan mengatakan bahwa mereka telah menguasai ‘rincian kecil’ yang dibutuhkan untuk sukses di pertandingan level tertinggi, termasuk memberi tekanan pada wasit.

Sebagai contoh, dia telah menyebutkan kehadiran presiden Juve Andrea Agnelli dan manajer umum Giuseppe Marotta di terowongan stadion saat Spurs mengalami kekalahan dengan skor 2-1 di Wembley.

Tapi Pochettino merasa Spurs sebaliknya, tidak dapat mempengaruhi wasit Szymon Marciniak, yang mengabaikan permintaan penalti timnya dan tidak menghukum Andrea Barzagli karena menginjak Son Heung-Min.

Ketika ditanya apakah dia memiliki keluhan tentang perilaku Barzagli, Pochettino berkata: “Tentu saja, lihatlah, banyak hal terjadi dan kami mengeluh. Kami memberi tekanan pada wasit, tapi mudah bagi wasit untuk menangani kami karena kami adalah orang-orang yang sangat baik, mencoba membantu pertandingan.”

“Tentu itu hal lain. Bukan hanya permainan sepak bola. Mungkin kami perlu belajar, staf pelatih, dan juga pemain kami, tentang bagaimana kami memberi tekanan pada wasit. Dalam pertandingan seperti ini, setiap detail bisa membantu Anda memenangkan pertandingan,” tambahnya.

“Lihatlah pada babak kedua, banyak pelanggaran yang diabaikan, berkali-kali mereka memulai permainan dengan bola bergerak, pemain di dalam kotak penalti saat tendangan gawang. Itu perlu diulangi lagi!” lanjut Pochettino.

Agnelli berada di lapangan selama pemanasan Juve pada leg pertama di Turin. Dan di Wembley, sang presiden menempatkan dirinya di terowongan, bersama Marotta, untuk berbicara dengan wasit Marciniak pada jeda pertandingan.

“Saya tidak mengeluh, saya tidak mengatakan itu salah atau benar, saya hanya menggambarkan apa yang saya lihat. Agnelli berada di lapangan saat pemanasan [di Turin]. Bila Anda adalah pemain, Anda merasakan dukungan dari orang-orang yang ada di sana, mereka bersama Anda di lapangan, saya hanya menggambarkan situasinya, bagaimana mereka berperilaku, karena saya suka belajar dan memperbaiki diri. Dan kami melihat bagaimana direktur olahraga [Marotta] memberi tekanan pada wasit saat jeda pertandingan,” pungkasnya. (Sumber: ESPN)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Avandi Wiradinata

Komentari Artikel Ini