Van Gaal Yakin Heynckes Bisa Bimbing The Bavarians Raih Treble Musim Ini

Sepakbola.com, Munich – Mantan pelatih Bayern Munich Louis van Gaal telah memuji kebangkitan tim Jupp Heynckes musim ini. Ia mengatakan kepada Sport Bild bahwa pelatih itu bisa membawa timnya memenangkan treble.

Van Gaal, 66, melatih Bayern dari tahun 2009 hingga 2011, di mana ia memenangkan Bundesliga di musim debutnya dan mencapai final Liga Champions pada 2010. Dia diberhentikan pada April 2011 setelah membawa hasil yang mengecewakan, dengan Heynckes menggantikannya sebagai pelatih kepala dan membimbing Bayern meraih treble pada 2013.

“Luar biasa melihat apa yang dilakukan Jupp lagi. Manajemen [CEO Karl-Heinz] Rummenigge dan [presiden Uli] Hoeness melakukan hal yang benar dan menaruh kepercayaan pada pengalamannya,” ujarnya.

Jupp Heynckes Bayern Munchen Raih Treble
Jupp Heynckes berpengalaman mengantar Bayern Munchen raih treble musim 2012-2013.

Bayern cocok ditangani pelatih berpengalaman

Heynckes, 72, mengambil alih posisi sebagai pelatih sementara sampai akhir musim ini menyusul pemecatan Carlo Ancelotti. Sejak memulai masa jabatan keempatnya di Bayern Munich pada bulan Oktober, ia telah membawa Bayern meraih 22 kemenangan dalam 24 pertandingan.

“Saya tidak bisa melihat pelatih muda Jerman seperti [Julian] Nagelsmann dan [Thomas] Tuchel bisa mengisi peran di sana. Bayern adalah klub papan atas yang tidak mudah dikelola. Heynckes telah menunjukkan kepada semua orang tentang apa yang dia mampu lakukan.

“Dia bisa memenangkan Bundesliga, Piala Jerman dan bahkan Liga Champions. Dia tidak kehilangan kualitasnya hanya karena dia sudah bertambah tua,” tambah Van Gaal.

Efek besar Van Gaal bagi pemain muda

Van Gaal juga mengatakan bahwa hubungan yang tidak harmonis dengan Hoeness telah menjadi batu sandungannya selama berada di Jerman.

“Hoeness dan saya bertengkar hebat.  Hoeness ingin [Philipp] Lahm untuk terus bermain di sebelah kiri, tapi sejarah telah membuktikan bahwa saya benar. Lahm memenangkan Liga Champions dan Piala Dunia di posisi bek kanan,” lanjutnya.

Thomas Muller mengatakan bahwa Van Gaal memiliki pengaruh terbesar dalam kariernya, namun pelatih tersebut mengatakan bahwa dia telah dikritik karena memilih pemain yang tidak berpengalaman di timnya.

“Sama seperti David Alaba. Kesalahannya di menit akhir menyebabkan Nurnberg mendapatkan gol penyama kedudukan, dan juga menyebabkan pemecatan saya. Hari ini, Alaba adalah salah satu talenta terbesar yang dimiliki Bayern,” pungkasnya. (Sumber: Bild, ESPN)

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini