Kisah Inspiratif Peru: Lolos Putaran Final Piala Dunia Pertama Kali Sejak 38 Tahun Silam

Sepakbola.com, Saransk – Di dalam sepakbola selalu menghadirkan berbagai macam kisah menarik untuk dibahas, mulai dari pemain, pelatih hingga sejarah dan perjuangan tim. Dan kali ini Peru menyajikan sebuah kisah perjuangan yang patut menjadi contoh bagi semua tim yang ingin tampil di Piala Dunia.

Perjuangan Peru dimulai sejak babak kualifikasi zona CONMEBOL atau Amerika Selatan. Dihimpit oleh tim-tim yang memiliki nilai prestasi lebih seperti Brasil, Uruguay dan Argentina. Sejatinya, Peru tak terlalu diunggulkan oleh pihak manapun untuk bisa akhirnya lolos dari lubang jarum.

Permulaan tak mulus menjadi langkah awal orang-orang sudah tidak memiliki ekspektasi terhadap mereka. Kalah tiga kali dalam lima pertandingan pembukaan babak kualifikasi dari Kolombia, Chile dan Brasil sedikit menggambarkan bagaimana peta kekuatan Peru.

Penampilan naik turun terjadi, hingga harus terjadi penentuan di laga terakhir untuk menemani Brasil yang sudah lolos jauh-jauh hari. Posisi 2 sampai 7 memiliki peluang dan kesempatan untuk memperebutkan tiga tiket otomatis dan satu tiket play-off pun dimulai. Dan saat itu Jefferson Farfan dan kolega duduk gelisah di posisi kelima karena terancam tak lolos andai menelan kekalahan di partai terakhir.

Drama pun terjadi, Peru sukses menahan imbang Kolombia yang menduduki urutan keempat di laga pamungkas. Sementara Chile takluk dari tangan Brasil, serta Argentina yang tipis peluangnya karena bertengger di posisi keenam, menang melawan Ekuador dengan hattrick yang diciptakan Lionel Messi.

Pergeseran posisi pun terpaksa terjadi. Tim Tango naik ke urutan ketiga, Kolombia turun peringkat keempat, Peru tetap di posisinya, dan yang paling nahas adalah Chile karena kehilangan posisi ketiga dan terjun bebas ke posisi tujuh. La Roja kalah agresivitas gol dengan Peru, yang akhirnya mengklaim posisi kelima.

Perjuangan Play-off
Peru lolos ke Piala Dunia 2018 untuk pertama kali dalam 38 tahun.

Kisah pun berlanjut, Peru menjalani play-off dan dipertemukan dengan wakil Oseania, Selandia Baru. Pukulan berat menimpa mereka jelang pertandingan, setelah kapten sekaligus top skor sepanjang masa Paolo Guerrero dihukum tak boleh main selama 18 bulan karena mengonsumsi Kokain.

Setelah melalui leg pertama dengan skor imbang tanpa gol di kandang Selandia Baru, Peru menciptakan sejarah di kota Lima karena sukses menang dengan skor 2-0. Ini berarti mereka akan main di putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1982. Sudah 38 tahun lamanya mereka tertidur di kancah sepakbola internasional. Peru bisa menjadi pelajaran bagi tim manapun yang memimpikan bermain di Piala Dunia, terutama negara kita tercinta Indonesia.

Masuk grup sulit

Ketangguhan tim asuhan Ricardo Gareca benar-benar akan diuji di pentas sesungguhnya. Mereka masuk Grup C yang dihuni Prancis, Denmark dan Australia. Ketiga tim lawan memiliki skuat yang tak bisa dianggap remeh, karena bermain pada level tertinggi di megahnya sepakbola Eropa.

Peru akan mengawali kampanye mereka menghadapi Denmark pada 16 Juni, Prancis lima hari kemudian, dan Australia di laga pamungkas 26 Juni. Kabar baiknya, mereka akan bisa memainkan kembali striker Paolo Guerrero setelah FIFA mengabulkan banding yang dilakukan pihak pemain, dia akan memimpin Peru dalam perjuangan menggores tinta sejarah baru.

Penulis: Maulana Habibi/Editor: Setyo Bagus Kiswanto

Komentari Artikel Ini