RESMI! Lopetegui Dipecat, Eks Bek Real Madrid Ditunjuk Jadi Pelatih Darurat Timnas Spanyol

Fernando Hierro akan diperkenalkan dan langsung mendapatkan pekerjaan berat menyiapkan tim jelang laga kontra Portugal di penyisihan Grup B Piala Dunia 2018.

Sepakbola.com, Krasnodar – Federasi sepakbola Spanyol, RFEF, menunjuk Fernando Hiero untuk memimpin Timnas Spanyol di Piala Dunia 2018. Hierro akan menggantikan posisi Julen Lopetegui yang dipecat gara-gara melakukan negosiasi diam-diam dan resmi diumumkan menjadi manajer anyar Real Madrid.

Fernando Hierro akan hadir di depan awak media di ruang konferensi pers Krasnodar Stadium bersama presiden RFEF, Luis Rubiales. Setelah itu ia akan langsung memimpin latihan perdana. Dan langsung menjalani debut sebagai entrenador Tim Matador di laga perdana kontra Portugal pada Sabtu (16/6/18) dini hari WIB.

Fernando Hierro Timnas Spanyol Pelatih Darurat Timnas Spanyol
Fernando Hierro punya 89 caps bersama Timnas Spanyol dan mencetak 29 gol.

Hierro adalah mantan bek dan kapten Timnas Spanyol. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Real Madrid, selama 14 musim. Ia pensiun setelah menjalani musim 2004-2005 bersama Bolton Wanderes di Inggris.

Karier kepelatihan Hierro terbilang minim. Ia hanya berpengalaman menangani Real Madrid B dan Real Oviedo yang kini manggung di segunda division Liga Spanyol.

Lopetegui-Real Madrid nego tanpa izin

Sebelumnya Federasi sepakbola Spanyol, RFEF, memecat Julen Lopetegui dari posisi pelatih meski kickoff Piala Dunia 2018 sudah sangat mepet. Keputusan itu diambil kurang dari 24 jam setelah pengumuman mengejutkan bahwa Lopetegui akan mengambil alhi Real Madrid musim depan.

Pemecatan Lopetegui hanya dua hari sebelum laga perdana Spanyol di Piala Dunia 2018 melawan tim kuat dan juara EURO 2016, Portugal.

“Kami terpaksa mengambil keputusan,” kata presiden RFEF, Luis Rubiales seperti dicuitkan oleh akun twitter resmi RFEF.

“RFEF tak bisa hanya diam saja sementara seseorang bernegosiasi dengan salah satu pegawainya dan mengetahuinya hanya lima menit sebelum berita tersebut disamaikan ke publik.”

“Ini situasi yang sulit dan menyakitkan, dan kami lebih menyukai akhir yang berbeda dengan Julen. Tapi kami tak merencanakan situasi yang terjadi saat ini.”

“Kami semua terpengaruh. Tapi kami harus berpikir untuk yang terbaik untuk RFEF dan tim nasional.”

“Kami yakin pada saatnya, kami akan semakin kuat dengan keputusan ini. Kami mendoakan yang terbaik untuknya.”

Komentari Artikel Ini