PANDUAN SKUAT PIALA DUNIA 2018: Maroko, Kekuatan Utama Di Lini Pertahanan

Maroko berpotensi jadi kuda hitam di Grup A yang bisa menyulitkan Portugal dan Spanyol.

Sepakbola.com – Maroko datang ke Piala Dunia 2018 sebagai salah satu tim terkuat dari Afrika. Mereka tampil dominan di babak kualifikasi, dan terkenal dengan pertahanan mereka yang kokoh melawan tim manapun.

Kabar mengejutkan dari skuat mereka untuk turnamen kali ini adalah tidak hadirnya pemain Southampton, Sofiane Boufal. Pemain sayap itu dilaporkan membuat manajer The Saints Mark Hughes marah dengan menolak untuk melakukan pemanasan dalam pertandingan melawan Chelsea April lalu, dan setelah itu ia diperintahkan untuk berlatih dengan tim U-23 klub.

Masalah yang ditimbulkan oleh Sofiane Boufal di level klub itu diperkirakan berpengaruh dalam ketidakikutsertaannya di Piala Dunia kali ini. Meski Maroko akan kehilangan kecepatan dan kreativitas pemain itu, namun mereka tetap menyongsong turnamen ini dengan kepercayaan diri tinggi.

PRESTASI DI PIALA DUNIA

Maroko terhitung tidak memiliki sejarah yang membanggakan di turnamen Piala Dunia, terutama dalam beberapa dekade terakhir. Untuk bisa lolos ke Piala Dunia, bahkan mereka harus kesulitan bersaing dengan negara kuat lain seperti Kamerun, Nigeria dan Pantai Gading. Namun menjelang Piala Dunia kali ini, mereka tampak menunjukkan performa yang dominan.

Penampilan terbaik Maroko di Piala Dunia adalah ketika mereka dikalahkan di babak 16 besar oleh Jerman Barat, setelah memuncaki grup yang dihuni oleh Inggris, Polandia dan Portugal pada 1986.

PELATIH

Herve Renard

Pernah dipecat setelah 25 pertandingan bersama Cambridge United pada 2004, Herve Renard telah menjadi manajer internasional yang berpengalaman dan memimpin Maroko ke putaran final Piala Dunia pertama mereka sejak tahun 1998.

Renard telah membuat Maroko menjadi tim yang sangat sulit untuk dikalahkan dan sangat menjengkelkan untuk dihadapi. Mereka tidak kebobolan satu gol pun dalam enam pertandingan kualifikasi mereka untuk Piala Dunia kali ini.

DAFTAR SKUAT

Kiper: Mounir El Kajoui (Numancia, Spanyol), Yassine Bounou (Girona, Spanyol), Ahmad Reda Tagnaouti (Ittihad Tanger);

Bek: Mehdi Benatia (Juventus, Italia), Romain Saiss (Wolverhampton Wanderers, Inggris), Manuel Da Costa (Basaksehir, Turki), Badr Benoun (Raja Casablanca), Nabil Dirar (Fenerbahce, Turki), Achraf Hakimi (Real Madrid, Spanyol), Hamza Mendyl (Lille, Prancis);

Gelandang: M’bark Boussoufa (Al Jazira, UEA), Karim El Ahmadi (Feyenoord, Belanda), Youssef Ait Bennasser (Caen, Prancis), Sofyan Amrabat (Feyenoord, Belanda), Younes Belhanda (Galatasaray, Turki), Faycal Fajr ( Getafe, Spanyol), Amine Harit (Schalke, Jerman);

Penyerang: Khalid Boutaib (Malatyaspor, Turki), Aziz Bouhaddouz (St. Pauli, Jerman), Ayoub El Kaabi (Renaissance Berkane), Nordin Amrabat (Leganes, Spanyol), Mehdi Carcela (Standard de Liege, Belgia), Hakim Ziyech (Ajax) , Belanda).

STARTING XI TERBAIK

Maroko XI: Bounou; Achraf, Benatia, Saiss, Mendyl; Belhanda, Boussoufa, El Ahmadi, Ziyech; Amrabat, Boutaib.

PEMAIN BINTANG

Mehdi Benatia

Kapten Maroko ini bisa dibilang sebagai pemain terbaik di timnya. Penampilan Mehdi Benatia akan mengatur tempo untuk tim ini. Maroko menyukai jarak yang sangat ketat di belakang dan mempertahankan lini pertahanan dan lini tengah mereka sangat dekat satu sama lain. Peran Benatia akan sangat penting dalam situasi tersebut.

Bek tengah Juventus ini memiliki banyak pengalaman bermain di level tertinggi, yang tentu akan sangat membantu Maroko untuk berprestasi di Rusia. Ia akan vokal di lini belakang, dan akan diuji secara serius di pertandingan melawan Portugal dan Spanyol.

POTENSI RISING STAR

Amine Harit

Setelah mewakili Prancis dari level U-18 hingga ke U-21 dan menolak panggilan ke timnas U-19 Maroko, Amine Harit kemudian mengungkapkan kesetiaannya kepada Maroko, tempat kelahiran orang tuanya.

“Pilihan saya adalah negara saya. Penting bagi saya untuk mewakili keluarga saya sebagaimana layaknya,” kata Harit pada bulan September.

Gelandang berusia 20 tahun itu memperkuat Schalke untuk saat ini. Ia berhasil memenangkan penghargaan pemain muda terbaik di Bundesliga untuk musim 2017/18, mengalahkan Jadon Sancho.

Harit dianggap memiliki gaya bermain yang kerap memancing emosi pemain bertahan lawan, namun menanggapi pendapat itu, ia berkata: “Orang-orang bisa berpikir saya sombong, tapi itu tidak benar. Gaya bermain saya memang sedikit provokatif.”

TARGET REALISTIS

Tergabung dengan tim kuat seperti Portugal dan Spanyol, dan juga tim kuda hitam Iran, Maroko tak memiliki target yang berlebihan di turnamen kali ini. Lolos dari babak penyisihan grup sudah merupakan suatu keberhasilan bagi mereka, meski itu pun merupakan misi yang sangat sulit.

JADWAL PERTANDINGAN

Maroko vs Iran – 22.00 WIB, Jumat 15 Juni.

Portugal vs Maroko – 19.00 WIB, Rabu 20 Juni.

Spanyol vs Maroko – 01.00 WIB, Selasa 26 Juni.

 

Penulis: Andrie Widyantoro/Editor: Rudi Purwantoro

Komentari Artikel Ini