Top Inggris
- Ferguson: Berbatov tidak malas
- Tevez berharap tetap di Old Trafford
- Capello: Jangan tiru Gerrard
- MU benam Southampton 3 - 0
- Fergie: Jadwal laga MU dicurangi
- Wenger tidak niat belanja besar
- Tertahan, Scolari soroti lini depan Chelsea
- Riera dan Torres muluskan jalan Liverpool
- MU rekrut Tosic dan Ljajic
- City segera datangnkan Bridge dari Chelsea
Jadwal & Hasil EPL
| Tanggal | Laga | Skor |
| 28/12 | Newcastle - Liverpool | 1-5 |
| 28/12 | Arsenal - Portsmouth | 1-0 |
| 28/12 | Bolton - Wigan Athletic | 0-1 |
| 28/12 | Everton - Sunderland | 3-0 |
| 28/12 | Fulham - Chelsea | 2-2 |
| 28/12 | WBA - Tottenham | 2-0 |
| 28/12 | West Ham - Stoke | 2-1 |
| 28/12 | Blackburn - Man. City | 2-2 |
| 29/12 | Man. United - Middlesbrough | 1-0 |
| 30/12 | Hull City - Aston Villa | 0-1 |
Tabel Liga Premier
| Gerrard kapok main kasar |
| Selasa, 18 November 2008 10:21 |
|
Sepak bola Inggris identik dengan kerasnya permainan sepanjang pertandingan. Ganjal sana, tekel sini, itu sudah biasa bagi pemain Premier League. Adalah hal ini yang justru itu yang membuat Gerrard ketakutan dan ia tak mau lagi melakukannya. Gerrard mendapat kartu merah pertama saat usianya masih 19 tahun. Itu terjadi pada duel panas derby Merseyside antara Liverpool dan Everton. Ia menjadi pemain ketiga yang harus keluar dari pertandingan tersebut setelah Francis Jeffers (Everton) dan kiper The Reds, Sander Westerveld, diusir karena berantem di lapangan. Di usia ke-20, Gerrard semakin dikenal sebagai pemain agresif dan tak mau kalah dalam perebutan bola. Sampai kini, gelandang Inggris ini sudah mengantongi lima kartu merah, semuanya terjadi di kancah liga. "Ketika aku masih muda, kepalaku mudah panas, lalu melakukan pelanggaran bodoh dan dikeluarkan dari lapangan," kenangnya akan masa lalu seperti dikutip majalah Champions. Ia akhirnya menyadari bahwa perbuatan semacam itu akan mengancam reputasinya. Ia berubah menjadi pemain santun di lapangan. "Itu membuatku cemas. Aku tidak ingin memiliki reputasi sebagai pemain kasar. Aku mulai membayangkan apakah aku bisa melakukan tekel lagi. Aku takut berada dekat dengan pemain lawan," tambahnya. Sikap santunnya itu membawa berkah baginya dan ia pun menjadi kapten The Kop sejak 2003, menggantikan Sami Hyypia. Musim lalu penampilannya bersih dari kartu merah. [kompas]
Bookmark
Email This
Comments (0)Show/Hide comments Write comment |

