|
Tuesday, 15 April 2008 20:10 |
|
Permintaan PSSI agar diperbolehkan mempertahankan statuta organisasi (Anggaran Dasar) yang lama akhirnya ditolak Konfederasi Sepakbola Asia (AFC). PSSI diminta untuk mengubah Anggaran Dasar soal jumlah anggota yang bisa memberi suara dalam pemilihan ketua.
Dalam statuta yang masih berlaku saat ini, ada 627 anggota yang bisa memberi suara. Namun AFC ingin jumlah itu dikurangi guna perkembangan organisasi sepakbola Indonesia di masa depan.
Penolakan disampaikan langsung oleh presiden AFC, Mohamed Bin Hammam, kepada tiga wakil PSSI, Nirwan D. Bakrie (Wakil Ketua), Nugroho Besoes (Sekretris Jendral) dan Dali Tahir (anggota Komite Eksekutif AFC), di kantor pusat AFC di Kuala Lumpur, Malaysia.
"Indonesia perlu memahami pentingnya Anggaran Dasar yang baik agar struktur administrasi sepakbola Indonesia bisa memberi keuntungan," ucap Bin Hammam mereferensi perlunya model piramid dalam struktur sepakbola Indonesia.
"Kami ingin asosiasi regional dan propinsi punya kekuasaan lebih dari sebelumnya dan idealnya mereka harus punya wakil di asosiasi nasional. Itu sebabnya jumlah pemberi suara perlu dikurangi," imbuhnya.
Dalam pertemuan itu pula dicapai kesepakatan bahwa untuk memilih ketua umum dan anggota komite eksekutif PSSI hanya bisa dilakukan dalam sebuah kongres. Pada Anggaran Dasar yang lama, komite eksekutif dipilih oleh ketua umum.
Bin Hammam melanjutkan bahwa Anggaran Dasar PSSI harus menganut azas demokrasi dan transparan. Selain itu, Bin Hammam juga menjelaskan aturan main AFC soal pembinaan akar rumput dan rencana pengembangan pemain muda penulis: BiangBola
 |