|
Monday, 05 May 2008 03:00 |
|
Arema Malang belum berhasil mendapatkan striker lokal berkualitas yang sesuai dengan keinginan pelatih Bambang Nurdiansyah. Akibatnya, kini Bambang mesti mencoba memanfaatkan materi pemain yang ada buat menghadapi kompetisi Liga Super 2008.
Sulitnya untuk mendapatkan tambahan satu striker lokal berkualitas memaksa pelatih Arema Malang, Bambang Nurdiansyah, kembali harus memutar otak. Hal tersebut dilakukan agar bisa memanfaatkan stok pemain yang ada.
Hasilnya, ada beberapa formula alternatif sekiranya Arema memang tak menemukan striker lokal yang mumpuni. Salah satu diantaranya adalah dengan menarik pemain gelandang menjadi striker.
Seperti diketahui, saat ini Arema mempunyai dua gelandang yang bisa menjadi tukang gedor. Mereka adalah Arif Suyono dan Muhammad Bahtiar. Menurut Bambang, Arif bisa bermain sama baiknya ketika menjadi gelandang sayap maupun striker. Kualitas Arif sebagai striker, lanjut pria yang juga mantan pelatih PSIS Semarang ini, sudah tak dia ragukan lagi.
Pernyataan Bambang ini merujuk pada saat dirinya menukangi timnas U-23 tahun 2007 lalu. Kala itu, Arif adalah merupakan salah satu bomber tim nasional Merah Putih U-23. Sedangkan Bahtiar, ketika memperkuat Persipura Jayapura musim lalu, dia juga pernah dijadikan striker. "Naluri mencetak gol Bahtiar cukup tinggi. Dia cukup berpotensi untuk menjadi striker,” tukas Bambang.
Eksperimen terpaksa harus dilakukan Arema. Sebab, upaya mereka untuk mendatangkan pemain lokal lini depan yang berkelas terus gagal. Beberapa pemain buruan Arema Malang justru lebih memilih untuk bertahan, atau malah hengkang ke tim lain.
Saktiawan Sinaga misalnya. Mantan bomber PSMS Medan ini lebih memilih Persik Kediri. Pun demikian dengan mantan striker Persiter Ternate, Rahmad Rivai, yang bergabung ke Persitara, serta Ahmad Amiruddin dan Andika Yudhistira, yang memilih tetap bertahan di klubnya masing-masing. penulis: Goal
 |