|
Arema Malang akhirnya buka suara terkait desakan dari sejumlah kalangan terkait pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) PSSI. Rencana menggelar Munaslub PSSI tersebut dilakukan guna melakukan pergantian Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid.
Nurdin yang asal Makasaar ini kini tidak bisa menjalankan aktivitasnya di PSSI, karena sedang mendekam di dalam penjara akibat kasus korupsi. Menurut Darjoto Setyawan, Ketua Dewan Pembina Arema, mengatakan, selama ini mereka diam bukan karena tidak peduli dengan masalah yang terjadi di PSSI tersebut. Namun, lebih karena pihaknya ingin konsentrasi dalam pembentukan tim.
Dengan sudah selesainya pembentukan tim, maka mereka baru bisa berkonsentrasi ke hal lain. “Karena pembentukan skuad tim sudah selesai, maka saatnya kami beralih kepada hal yang lebih besar. Yakni, masalah kelanjutan sepakbola kita. Kami tentu tidak rela, jika sepakbola kita harus tenggelam hanya karena kemelut yang tidak kunjung usai ditubuh PSSI. Untuk itu, sudah waktunya organisasi sepakbola kita itu direformasi,” tandas Darjoto.
Ditambahkannya, karena FIFA sudah menekan, maka pelaksanaan Munaslub itu sudah merupakan satu keharusan. Jika tidak, maka yang rugi adalah sepakbola nasional. “Sebab, keberadaan kita akan dikucilkan dan tidak diakui dunia internasional. Itu merupakan kerugian yang sangat besar. Sehingga, tidak ada kata lain, kita harus menyelamatkan nasib sepakbola kita,” tambah Darjoto.
Lalu, siapa figur yang dianggap Arema tepat untuk menduduki jabatan Ketua Umum PSSI? “Bagi kami, siapa pun figur yang nantinya muncul silahkan saja. Yang pasti, siapa pun dia, maka dia harus memiliki visi dan misi untuk bisa mengangkat pamor dan prestasi sepakbola nasional di kancah internasional. Sebab, sepakbola kita terus terpuruk dalam beberapa tahun terakhir,” tandas Darjoto.
penulis: Goal
 |