|
Sunday, 30 March 2008 23:36 |
|
Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI), Djoko Driyono, memberikan lampu merah kepada dua klub yang masih bermasalah dalam hal infrastruktur stadion yakni Persita Tangerang dan Persitara Jakarta Utara.
Stadion Benteng dan Stadion Kamal Muara dianggap tak memenuhi standar BLI untuk Liga Super 2008 nanti.
"Tak ada toleransi bagi klub yang tak mematuhi aturan. Kami peringatkan sekali lagi pada Persita dan Persitara agar segera membenahi stadionnya,'' ujar Djoko.
Meskipun kedua klub telah memiliki skuad yang bagus, namun bila stadion tak memenuhi standar, maka akan tersangkut verifikasi dari BLI.
BLI melihat kedua klub tersebut tak memiliki stadion yang bagus dan bisa saja mereka gagal ikut LS. Bila dalam waktu yang ditentukan tetap tak bisa berbenah, maka klub lain siap menggantikannya diantaranya, PSS Sleman, PKT Bontang, dan Persebaya Surabaya.
Sementara itu, untuk Stadion Lebak Bulus milik klub Persija Jakarta, dinyatakan telah lulus verifikasi dari BLI dan dianggap layak untuk menggelar LS.
"Mereka masih hanya sedikit membutuhkan beberapa perbaikan saja seperti lampu penerangan dan ruang ganti pemain,'' kata Djoko.
Kapasitas stadion yang kecil bukan tanggung jawab BLI dan menyerahkan seluruhnya kepada pengurus. BLI pun tak mencampuri keinginan Persija untuk menggunakan Stadion Gelora Bung Karno sebagai kandang mereka.
"Kami hanya memverifikasi kelayakan stadion yang akan digunakan kontestan saja,'' pungkas Djoko. penulis: BiangBola.com
 |
Stadion mreka sangat layak!!keren malah,,,dan standart International!!