Poling

Siapa Ketua PSSI terbaik?
 
BLI mulai melunak
Monday, 28 April 2008 13:14

Badan Liga Indonesia (BLI) melunak setelah banyak klub tak siap memenuhi standar Manual-K. Cukup sodorkan surat jaminan,klub berpeluang tampil di Liga Super.

Manajer Kompetisi BLI Joko Driyono menjelaskan, penggunaan surat jaminan untuk sementara waktu tetap diperbolehkan. Namun, untuk mendapatkan lisensi klub profesional tetap didasarkan atas realisasi teknis di lapangan.

”Tidak masalah mereka menggunakan surat jaminan. Tapi, kami tetap mempelajari data pendukung surat jaminan itu. Artinya, selain memberikan surat jaminan, mereka juga tetap menyertakan data kondisi klub.Kami juga akan melihat bukti fisiknya nanti. Jadi jaminan itu bukan hanya sekadar statement saja, tapi ada tindak lanjutnya, ”ujar Joko.

Namun, lanjut Joko, jika ternyata surat jaminan itu tidak bisa dilaksanakan sampai batas waktu yang ditentukan, BLI tentunya akan memberikan sanksi.

”Sanksi tetap dijalankan, tapi tidak sampai kepada denda uang. Itu tidak benar. Turun kasta pun kami rasa tidak. Mereka hanya tetap bermain di Divisi Utama,” tegasnya. Celah inilah yang akan dimanfaatkan dengan baik oleh Persitara Jakarta Utara.

Ketua Harian Persitara Hari Ruswanto menilai cara itu dinilai cukup efektif guna menyikapi problem stadion yang memerlukan penanganan secepatnya.

”Persitara akan memberikan surat jaminan kepada BLI. Ini sebagai cara agar mereka memberikan lisensi klub profesional. Inti surat itu adalah jaminan akan menyelesaikan kekurangan-kekurangan itu sesuai tempo. Toh BLI akan melakukan verifikasi lagi pada 20 Mei guna melihat perkembangan tim,” jelas Hari kepada SINDO kemarin.

Hari menambahkan, Persitara tetap melengkapi beberapa kekurangan pada Stadion Kamal Muara. Laskar Si Pitung segera memperbaiki kualitas rumput lapangan yang menelan dana Rp250 juta.

Pembuatan sumur bor guna perawatan rumput stadion juga sedang dilakukan. Pemasangan dan penambahan kapasitas lampu juga akan dilakukan. ”Kami tetap bekerja keras, biar bisa memenuhi jaminan itu.

Sebab, bila Persitara tidak bisa memenuhi jaminan itu secara otomatis akan tereliminasi. Kami pun akan didenda uang sampai ratusan juta rupiah.Sebelum kick-off semuanya akan kelar. Kami harus menyiapkan dana Rp800 juta – Rp1 miliar guna melengkapi kapasitas lampu dari 800 lux menjadi 1.200 lux,” jelasnya.

Persoalan tak kalah serius juga menimpa Persita Tangerang, dan Persib Bandung. Gambaran sementara hasil verifikasi dua tim ini kurang positif. Kandang Persita, Stadion Benteng, dinilai masih jauh dari standar markas tim Liga Super. Sedangkan Stadion Siliwangi, yang jadi markas Persib juga masih kurang memuaskan.

Akibatnya, pengurus Maung Bandung harus bekerja keras untuk segera memenuhi standar kelayakan. Manajer Legal BLI Tigorshalom Boboy mengakui, infrastruktur stadion sebagai kelemahan paling mendasar yang menimpa banyak klub Indonesia.

”Kami memang belum me-release hasil verifikasi secara keseluruhan. Tapi, problem mendasar mereka sejauh ini adalah infrastruktur. Stadion merupakan bentuk fisik yang paling kelihatan di antara syarat lainnya. Siap atau tidaknya mereka di Liga Super, salah satunya bisa dilihat dari kondisi stadionnya,” tandasnya.

penulis: BolaIndo

Comments (0)Add Comment

Write comment
quote
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
smaller | bigger

busy
 
Copyright 2008 Sepakbola.com. All rights reserved.