|
Tuesday, 29 April 2008 23:11 |
|
Persija Jakarta akhirnya diizinkan untuk menggunakan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai kandang. Padahal untuk mewujudkan keinginan tersebut "Macan Kemayoran" meski menyiapkan dana Rp 3 miliar.
Besarnya dana untuk bisa menggunakan GBK sebagai kandang terjadi karena Persija berstatus menyewa stadion terbesar di tanah air itu. Untuk satu pertandingan, biaya yang harus dikeluarkan bisa mencapai Rp 200 juta.
"Untuk setiap pertandingan plus biaya operasional kita membayar 150 sampai 200 juta. Di kali 17 pertandingan, ya kita siapin sekitar Rp 3 M lah," beber Direktur Utama PT. Persija Jaya, Benny Erwin, usai menjalani pertemuan dengan Adhyaksa Dault di Kantor Menpora, Selasa (29/4/2008).
Meski Persija sudah membayar mahal namun bukan berarti mereka bisa lenggang kangkung menikmati kemegahan stadion kandang timnas itu. Peringatan Mennegpora Adhyaksa Dault yang akan langsung bertindak tegas jika terjadi kerusuhan ditanggapi serius oleh pihak Persija.
"Untuk pendukung lawan yang nanti ingin menyaksikan pertandingan, kami membolehkan asal mereka tidak menggunakan atribut klub mereka," lanjut Erwin yang sangat yakin metode itu akan ampuh mencegah kerusuhan. "Ya, kami sangat berusaha untuk bisa menjaga situasi itu". penulis: Detik
 |