|
Saturday, 12 April 2008 22:00 |
|
Dua klub yakni Persiter Ternate dan PSMS Medan kemungkinan tidak akan bermain di Liga Super (LS) 2008 akibat belum siapnya infrastruktur dan dana untuk mengikuti kompetisi.
Persiter, melalui Ketua Umumnya, Syamsir Andili, menyatakan mundur LS 2008 karena Badan Liga Indonesia (BLI) melarang klub menggunakan dana APBD untuk kegiatan sepakbola.
"Tanpa APBD, sulit bagi kami untuk ikut kompetisi dan terutama pembenahan infrastruktur stadion,'' ujar Syamsir.
Klub berjuluk "Laskar Kie Raha" itu membutuhkan dana sebesar Rp. 30 miliar dan hingga saat ini tidak dapat diperolehnya jika hanya mengandalkan sponsor saja.
Setali tiga uang, perihal sama juga menimpa PSMS. Runner up Liga Djarum Indonesia musim lalu itu hingga kini belum melakukan persiapan menyambut LS 2008.
Manajemen PSMS telah menolak investor yang ingin membenahi Stdion Teladan, Medan dan hingga kini tak ada lagi investor yang menawarkan diri lagi.
"Kami menolak mereka karena tidak dapat melepas aset daerah kepada pengusaha. Mereka menwarkan pengelolaan dalam bentuk sewa,'' ujar Afifuddin Lubis selaku Sekretaris Daerah Kota Medan.
Dalam Permendagri No 17 tahun 2007 dijelaskan, penyewaan terhadap aset pemerintah hanya boleh dilakukan terhadap aset pemerintah yang belum dimanfaatkan, apalagi dalam bentuk sewa.
Tim berjuluk "Ayam Kinantan" itu membutuhkan dana sebesar Rp. 16 miliar untuk biaya kompetis. Jika tak ada solusi lagi, dipastikan mereka absen dari perhelatan sepakbola terbesar di Indonesia itu. penulis: BiangBola
 |