Gawat, Elang Jawa terancam bubar
Masalah finansial belum mau menjauh dari PSS Sleman. Sampai sekarang, PSS belum menemukan formula jitu mencairkan dana Rp5 miliar yang dialokasikan melalui pintu APBD 2008.
Akibatnya, Elang Jawa, julukan PSS, berada di ambang kehancuran. Indikasinya, Arsitek PSS Iwan Setiawan saat ini merapat ke PSMS Medan. Hengkangnya mantan Pelatih Persibom Bolaang Mongondow itu menciptakan keresahan di kalangan pemain. Pengurus maupun manajemen PSS mulai angkat tangan.Meski secara tidak langsung, mereka mempersilakan kepada pemain maupun Pelatih PSS hijrah ke klub lain. ”Kalau masih mau bertahan, silakan menunggu. Tapi, kalau tidak, silakan pindah ke klub lain,” ujar Manajer Keuangan PSS Samsidi. Manajer PSS Hendricus ”Mbah Mul” Mulyono mengaku, pelatih dan pemain memang belum ada ikatan kontrak dengan manajemen.
Artinya, semua masih memiliki hak menentukan nasib mereka. ”Semua memang belum kami kontrak. Jadi, mereka masih punya kemungkinan pindah ke klub lain. Soal Iwan, saya kurang tahu kalau sekarang dia didekati PSMS,” kata Mbah Mul.
Sementara itu, sebagian pemain Laskar Sembada, julukan lain PSS, belum bisa memutuskan apakah akan pindah klub atau masih bertahan. Sebut saja mantan punggawa PSSI U-23 Imam Rochmawan yang dibuat bingung dengan kondisi PSS.
Gelandang yang sempat merumput bersama Persis Solo itu membenarkan jika selama ini belum ada ikatan kontrak dengan manajemen PSS. Sebagai tanda jadi, manajemen hanya memberikan uang panjar kepada semua pemain dan pelatih. ”Selama latihan, kami juga tidak pernah mendapatkan apa-apa. Karena, kami tahu memang kondisi semua tim sedang sulit.
"Tapi, kalau sekarang seperti ini, pemain juga yang serba salah,” ujar Imam. Disinggung mengenai kemungkinan meninggalkan PSS seperti yang dilakukan Iwan, Imam belum bisa memberikan keterangan.
Imam mengaku, masih belum paham prosedur jika nantinya dia benar-benar hengkang dari PSS. ”Apakah uang panjar yang sudah diberikan kepada kami itu harus dikembalikan atau tidak. Kalau dikembalikan, lalu bagaimana dengan biaya operasional kami selama mengikuti latihan?” lanjut Imam
penulis: Sindo
