|
Kinerja wasit di pentas kompetisi Liga Indonesia terus mendapat sorotan banyak kalangan, Korps pengadil di lapangan hijau ini bahkan dituding sebagai salah satu penyebab kemunduran prestasi sepakbola nasional.
Pasalnya, banyak keputusan yang dikeluarkan sang wasit yang memimpin pertandingan dianggap merugikan tim yang bertanding. Akibatnya, mental bertanding para pemain terkadang langsung drop. Tapi, tidak sedikit yang memberikan pujian kepada mereka, terutama, bagi mereka yang diuntungkan. Apalagi, jika tim mereka bisa meraih kemenangan. Bisa dipastikan, wasit yang memimpin pertandingan itu diberi “oleh-oleh” usai pertandingan.
Fenomena seperti ini bukan lagi rahasia umum dikalangan wasit di tanah air. Parahnya, tidak sedikit wasit yang menjadi ‘kambing hitam’ dari kegagalan sebuah tim. Karena tak ingin menerima kekalahan, sehingga mereka menyalahkan wasit. Padahal, materi pemain yang mereka miliki memang tidak cukup memadai.
Benarkah kinerja wasit Indonesia jauh dari harapan? Apa sesungguhnya yang dilakukan para wasit itu sehingga terus dihujat? Apa saja yang dilakukan komisi wasit dalam upaya meningkatkan kinerja korps pengadil di lapangan hijau ini? Berikut petikan wawancara Yuslan Kisra, dengan Ketua Badan Perwasitan Sepakbola Indonesia (BWSI), IGK Manila, ditemui di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/4) sore. Berikut di bawah ini petikannya.
TANYA: Kinerja wasit Indonesia dinilai sangat buruk musim lalu.Banyak keputusan mereka yang merugikan, bahkan berujung pada bentrok massal. Komentar Anda?
JAWAB: Jika melihat jumlah pertandingan yang dipimpin wasit musim lalu dengan kesalahan yang dilakukannya, maka saya tentu tidak setuju dengan pendapat itu. Sebab, kinerja mereka masih bisa disimpulkan cukup lumayan. Persoalannya adalah, karena kita sering terfokus dengan satu kesalahan. Padahal, dari sekian banyak pertandingan yang mereka pimpin, paling ada satu atau dua kesalahan yang dilakukan. Ibarat kata, hanya gara-gara nila setitik sehingga merusak susu sebelanga.
TANYA: Tapi faktanya, kinerja para wasit ini terus mendapat sorotan. Hingga akhirnya sempat ada wacana untuk menghadirkan wasit asing di babak final.
JAWAB: Itu dia masalahnya. Anda bisa lihat wasit yang memimpin partai final lalu. Apakah dia ada cacatnya? Bahkan, semua pertandingan yang dimainkan di babak final berlangsung lancar. Tapi, semua pasti tidak akan melihat itu. Yang mereka lihat hanyalah kesalahan yang dilakukan. Bagiamana pun, wasit itu juga manusia. Mereka pasti luput dari kesalahan. Meski demikian, sebagai seorang pengadil, maka mereka tidak boleh melakukan kesalahan.
TANYA: Dengan demikian, Anda ingin mengatakan bahwa para wasit itu boleh melakukan kesalahan?
JAWAB: Tentu tidak demikian. Untuk Anda ketahui, kami selalu memantau kinerja mereka. Baik dari tayangan langsung, melalui layar kaca, media cetak, radio, bahkan dari informasi yang bisa dipercaya. Bagi wasit yang terbukti melakukan kesalahan, maka sudah pasti akan mendapatkan hukuman. Kami tidak pernah montolelir setiap wasit yang melanggar.
TANYA: Bagaimana sesungguhnya kondisi perwasitan kita saat ini. Apakah benar hanya sedikit yang berkualitas?
JAWAB: Saya pikir itu tidak benar. Sebab, banyak juga wasit kita yang bisa diandalkan. Meski demikian, harus diakui bahwa dari sekian banyak wasit yang ada saat ini, ada diantara mereka yang kualiasnya kurang. Tapi, dalam beberapa bulan terakhir, kami terus mendril mereka dengan menggelar penyegaran. Terutama, menyangkut fisik dan mental mereka. Kami pun menerapkan stadar yang tinggi dalam proses seleksi sebelum menyerahkan mereka kepada Badan Liga Indonesia (BLI), maupun Badan Liga Amatir (BLA) .
TANYA: Menghadapi kompetisi Liga Super yang levelnya lebih tinggi, bagaimana persiapan BWSI? Serta berapa banyak wasit yang disiapkan?
JAWAB: Seperti yang saya katakan tadi, bahwa dalam beberapa bulan terakhir, kami telah melakukan penyegaran. Pada penyegaran itu, para wasit kembali dibekali. Tidak hanya menyangkut aturan permainan tentunya. Mereka juga diberikan kemampuan berbahasa Inggris dan peningkatan fisik. Dalam penyegaran itu, kami sekaligus jadikan sebagai ajang untuk menyaring mereka. Kami pastikan hanya wasit terbaik yang bisa memimpin Liga Super. Untuk jumlahnya, kami masih harus membicarakannya dengan BLI. Tapi, kami telah menyiapkan 60 wasit untuk Liga Super, dan 60 wasit lagi buat bertugas memimpin pertandingan di kompetisi divisi utama Liga Indonesia musim ini.
penulis: Goal
 |