Keputusan Badan Pengelola Gelora Bung Karno (GBK) Senayan memberi izin Persija Jakarta menggunakan Stadion Utama GBK sebagai home base di kompetisi Liga Super 2008 membuat Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora), Adhyaksa Dault, jengkel.
Kini Menegpora kembali menyatakan bahwa Stadion Utama GBK tidak boleh dipakai tim lokal buat dijadikan home base pertandingan reguler.
Menteri Negara Pemuda dan Olehraga (Menegpora), Adhyaksa Dault, cukup kesal dengan pemberitaan di media massa yang menyebutkan, jika Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) di Senayan, Jakarta, telah menjadi home base Persija Jakarta. Ditegaskan Adhiyaksa, tak satu pun tim atau perorangan yang bisa mengklaim stadion tersebut, termasuk Persija.
Meski pun pada akhirnya tim kebanggaan ibu kota itu menggunakan stadion utama sebagai tempat menggelar laga kandangnya di ajang Liga Super musim ini, Menegpora tetap keberatan Persija menjadikan Stadion Utama GBK di kompetisi reguler.Sebab ia khawatir stadion kebanggaan bangsa Indonesia itu hancur dirusak oleh para suporter tim Persija yang kerap bikin ulah bila tim kesayangan mereka kalah.
Kepada sejumlah wartawan di kantor Menegpora, Jakarta, Kamis (24/4) pria yang selalu meledak-ledak ini menyatakan, bahwa hingga saat ini stadion utama tetaplah milik masyarakat Indonesia. Maka dari itu, tidak ada satu klub pun di tanah air yang berhak mengklaimnya sebagai kandang mereka.
"Stadion utama Gelora Bung Karno bukan homebase Persija Jakarta atau pun tim lain. Tidak ada yang berhak menyatakannya demikian. Sebab, stadion itu milik bangsa," tegas Adhiyaksa.
Ditambahkannya, Direktur Utama Gelora Bung Karno (GBK), Indra Setiawan, telah mengabarkan bahwa pihak Persija siap menaati segala peraturan yang ditetapkan serta bersedia untuk menjaga ketertiban. “Katanya, Persija menyatakan siap menaati segala peraturan yang berlaku. Termasuk, bersedia menggelar pertandingan tanpa penonton. Kita lihat saja nanti. Jika mereka melanggar aturan, maka saya siap mencabut izin penggunaan stadion itu,” ancam Adhiyaksa, sambil menambahkan jika pengurus Persija pada Selasa (29/4) nanti akan menghadap kepadanya.