|
Friday, 09 May 2008 00:01 |
|
Nurdin Halid harus bersiap turun dari kursi ketua umum PSSI. Sebab, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) sudah menyatakan perang melawan korupsi dan intervensi politik ke dalam urusan sepakbola di semua negara anggotanya.
Keinginan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, untuk mempertahankan singgasananya, sepertinya bakal sulit terwujud. Hal tersebut setelah Mohamed Bin Hammam, selaku prsedien konfederasi sepakbola Asia (AFC), berjanji memerangi korupsi dan intervensi politik ke dalam urusan sepak bola secara menyeluruh.
''Korupsi dan pengaturan skor dalam pertandingan sepakbola di Asia masih sangat memprihatinkan. AFC akan melakukan segala cara untuk menegakkan integritas pertandingan,” tutur Hamman, seperti dilansir the-afc.com, Kamis (8/5).
Selain itu, masih kata Hamman, tidak ada tempat untuk politik di sepakbola, dan pengaturan skor pertandingan harus disingkirkan. “Pun demikian dengan politik dan vested interest harus sepenuhnya dihapuskan dari statuta seluruh anggota AFC,” kata Hamman.
Pernyataan Hamman diatas, jelas semakin mempersulit posisi Nurdin Halid. Maklum saja, pria yang juga mantan Ketua Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) ini, tengah tersangkut kasus korupsi. Bahkan, karena kasus itu pula, ia terpaksa harus berada di ‘Hotel Prodeo’ selama dua tahun.
Meski begitu, Nurdin masih bisa mengendalikan kepengurusan PSSI dari balik jeruji besi. Tapi, dengan munculnya pernyataan dari AFC tersebut, maka bisa dipastikan keberadaan Nurdin Halid di PSSI tinggal hitung waktu. Apalagi, desakan untuk melengserkannya dari kursi ketua umum kembali bergaung. Adalah Pengda PSSI Jawa Timur yang memulainya. Melalui Rapat Paripurna Daerah (Raparda), yang digelar kemarin, mereka memutuskan untuk menuntut Nurdin Halid segera mundur melalui mekanisme Munaslub. penulis: Goal
 |