|
Wednesday, 07 May 2008 02:21 |
|
Julio Lopez tiba di Makassar. Setelah sekian lama dinanti, pemain termahal PSM tersebut mendarat di Bandara Hasanuddin tepat pukul 15.15 Wita dengan menumpang pesawat Lion Air dari Jakarta.
Pengelola PSM menjadwalkan, Lopez hari ini akan melakukan latihan perdana di Stadion Andi Mattalatta bersamaan dengan uji coba PSM melawan tim amatir PS Telkom. Untuk sementara, dia akan istirahat dulu guna memulihkan kondisi.
Belum bisa dipastikan apakah Lopez turun membela PSM saat uji coba melawan PS Telkom hari ini. Sebab, tentunya dia membutuhkan recovery. "Turun atau tidak itu tergantung pelatih. Tapi, sepertinya dia hanya akan pemanasan dan dikenalkan dulu kepada suporter PSM," kata manajer PSM Ishlah Idrus yang menjemput Lopez di Bandara Hasanuddin.
Perjalanan dari Cile, negara asal Lopez, ke Indonesia memang cukup panjang. Dari Cile, perjalanan ke Indonesia membutuhkan waktu dua hari karena harus transit beberapa kali di negara lain seperti Argentina, Afrika Selatan, dan Singapura. Lopez meninggalkan negaranya pada Minggu 4 Mei lalu. Di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, dia hanya transit beberapa menit lalu berangkat lagi ke Makassar.
Manajemen PSM berkepentingan mempercepat kedatangan Lopez karena striker tersebut menjadi pemain terakhir yang bergabung dalam latihan. Sebenarnya, skuad Pasukan Ramang -julukan PSM- mengadakan latihan resmi pada 24 Maret lalu.
Sebelum bergabung, negosiasi PSM dan Lopez memang terbilang alot. Maklum, dua klub kaya lain juga meminati mantan pemain PSIS Semarang itu. Yakni, tim Divisi Utama Mitra Kukar yang menawar Lopez Rp 1,3 miliar dan tim Superliga Persib Bandung dengan angka sama.
PSM beruntung mendapatkan Lopez dengan harga murah, Rp 1,1 miliar. Hanya, dia mendapat fasilitas berupa penginapan khusus yang terpisah dari pemain PSM lain yang menetap di mes Jalan Taman Makam Pahlawan.
Lopez juga mencatat pembelian pemain termahal dalam sejarah pembelian pemain PSM. Selama semusim, dia menerima gaji sekitar Rp 90 juta per bulan.
Kepada Fajar (Grup Jawa Pos) di Bandara Hasanuddin, Lopez mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sejak 2003 ingin bermain di PSM. Namun, saat itu tak ada kecocokan harga sehingga dia bergabung di klub lain. "Saya mengidolakan PSM sejak dulu. Sebab, klub ini merupakan salah satu klub terbesar di Indonesia," terang Lopez. penulis: JawaPos
 |