|
Tuesday, 29 April 2008 23:19 |
|
Superliga 2008 belum bergulir. Tapi, Persela Lamongan sudah membuat BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia) terkejut.
Tapi, itu bukan dari segi prestasi karena Superliga masih dilaksanakan pada Juli mendatang. Tim verifikasi BLI menilai Lamongan terbaik. Itu diakui Direktur Umum Kokoh Afiat dan Staf Kompetisi BLI Lano Mahardika saat memverifikasi Persela kemarin (29/4).
Bahkan, mereka tidak segan-segan menyampaikan bahwa Persela seharusnya menjadi motivator tim lain dalam mempersiapkan Superliga mendatang.
"Kami nilai Persela leading. Dukungan aspek tidak ada kekurangan. Baru di Lamongan ini, kami mengevaluasi persyaratan semua aspek, kecuali aspek infrastruktur kurang dari satu jam. Semuanya sudah siap dan tersedia," kata Lano.
Setelah tiba di Lamongan, Kokoh dan Lano segera menuju Kantor Sekretariat Persela di Jalan Lamongrejo 1. Mereka diterima Ketua Harian Persela Fadeli. Setelah berbasa-basi sebentar, Kokoh dan Lano segera meminta berkas administrasi terkait dengan aspek legalitas, sporting, financial, personal, dan administrasi.
Masing-masing berkas yang sudah dibendel rapi disodorkan. Bahkan, sekecil apa pun, contohnya daftar menu makanan pemain. Kokoh dan Lano membuka satu per satu, ketika ada kekurangan langsung ditanyakan.
Sejumlah personel yang membidangi masing-masing aspek segera menjelaskan sekaligus menyodorkan berkas kekurangan itu. "Fantastis, saya tidak menyangka Lamongan sudah siap seperti ini," ujar Kokoh.
Dua pejabat BLI tersebut juga terkesan dengan petugas Sekretariat Persela. Kurang lebih tujuh personel terlihat berpakaian seragam cukup rapi dan berbaju warna khas Persela. Yaitu, biru muda dengan tulisan www.lamonganfootball.com di punggung.
Kekurangan pada aspek infrastruktur, lanjut Lano, dinilai tidak ada masalah. Sebab, setelah dia dan Kokoh terjun langsung ke Stadion Surajaya Lamongan, ternyata semua aspek itu sedang diselesaikan.
Dicontohkan saat kunjungan, di Stadion Surajaya sedang ada kegiatan pemancangan tiang lampu serta pembangunan sarana prasarana lain seperti kamar kecil untuk penonton. Selain itu, dua pejabat BLI yang hampir satu jam blusukan ke semua fasilitas stadion tersebut semakin mantap memberikan penilaian pada kesiapan Persela.
Mereka juga mengamati pembaruan lapangan rumput, yakni pengalihan tiang gawang untuk disesuaikan dengan ukuran standar internasional.
"Evaluasi kami, Persela sudah mencukupi kriteria. Soal lolos tidaknya, kami tidak bisa katakan sekarang karena harus menunggu pleno," ucap Lano.
Adapun pleno baru dilaksanakan 5 Mei dan diumumkan lima hari kemudian. Hingga saat ini, BLI juga tidak berani menyebutkan tim yang lolos atau tidak lolos verifikasi. Sebelum pleno, kepastian itu tidak bisa diketahui. Secara kebetulan, masih tersisa empat klub yang belum diverifikasi.
"Untuk besok (hari ini) kami baru ke Jepara. Tim verifikasi tidak hanya kami. Tapi, ada yang lain yang bertugas di klub lain," tandasnya.
Dua orang BLI itu juga disambut Bupati Masfuk. Saat sedang asyik menilai dan meneliti lapangan rumput dengan berbagai fasilitasnya, Masfuk, yang sebelumnya menerima kunjungan Menkominfo M. Nuh dan Gubernur Jawa Timur Imam Utomo dalam pembukaan Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Jawa Timur yang dipusatkan di Lamongan, tiba-tiba muncul.
Masfuk, yang juga ketua umum Persela, menanyakan kekurangan yang harus dipersiapkan Persela untuk memenuhi kriteria BLI. Jika ada kekurangan, dijanjikan segera diselesaikan.
"Sebab, kami serius untuk mengikuti Superliga ini,," tuturnya sebelum menyertai BLI untuk meninjau lapangan latihan alternatif yang ada di wilayah Kecamatan Deket. penulis: JawaPos
 |