|
Persib Bandung mulai bergerak untuk memperoleh pendapatan dari sektor sponsorship. Langkah pertama adalah melakukan tender kepada dua perusahaan alat-alat olahraga untuk sponsor apparel.
Villour yang musim lalu jadi sponsor apparel klub berjuluk Maung Bandung itu, kembali masuk sebagai calon pemegang hak sponsor apparel. Selain perusahaan lokal asal Kota Kembang itu, Maung Bandung pun dibidik produsen alat olahraga asal Italia, Diadora. Didepan Ketua Umum Persib, Dada Rosada jajaran pengurus harian dan manajemen Persib di Pendopo Walikota Bandung, kemarin. Perwakilan Villour dan Diadora mempresentasikan penawaran kontrak. Menurut Wakil Manajer Umuh Moechtar, dibanding Villour, pemaparan dari Diadora lebih menarik. Sebab jika dihitung dari nominalnya, Diadora berani membayar sekitar Rp1,5 miliar. Rencananya kepastian siapa yang akhirnya digandeng Maung Bandung akan ditentukan pada Rabu (16/4/2008) besok. "Kami tak mematok nilai kontrak maksimal dan minimum. Apalagi, bentuk kompensasinya belum dipastikan seperti apa," kata pria yang akrab disapa Mumuh seusai rapat pengurus harian dan presentasi dari Villour serta Diadora. "Pemaparan dari Diadora tampaknya lebih menarik. Kami pun sebenarnya lebih berharap Diadora yang digandeng, selain kualitas barangnya lebih bagus dari sisi nama produk lebih menjual. Sementara penawaran dari Villour bisa dikatakan berada dibawah Diadora," tambahnya. Menurutnya selain kompensasi dalam bentuk penyedian peralatan, Diadora siap dengan kompensasi prize money. "Kalau bisa sih dua-duanya bisa mensponsori kami. Misalnya yang sponsor apparel utama adalah Diadora, sementara Villour jadi sponsor pendamping. Tapi pertanyaanya apakah mungkin dan salah satunya bersedia," tutur Mumuh. Kemungkinan tersingkirnya Villour, kabarnya akibat tak jelasnya alur kompensasi perusahaan yang musim lalu juga mensponsori PSMS Medan, PSS Sleman dan PSM Makasar itu. Isunya musim lalu selain memenuhi kebutuhan peralatan, Villour pun sebenarnya mengucurkan sejumlah uang untuk Persib. Apalagi Maung Bandung bisa dikatakan sejak awal, tepatnya di turnamen Piala Kang Dada akhir bulan Maret lalu. Telah menjajaki kerjasama dengan Diadora yang musim lalu sukses menggaet Persija Jakarta. Terkait sponsor utama, Mumuh menolak kabar yang menyebut Persib mematok nilai kontrak minimal Rp5 miliar. "Kami belum berpikir dan melangkah secara serius ke arah upaya menggaet sponsor utama. Yang jelas musim ini kami ingin memaksimalkan pendapatan dari sektor sponsorship," cetus Mumuh. penulis: OkeZone
 |