|
Pengalaman adalah guru besar dalam hidup. Mungkin pepatah lawas itulah yang saat ini dipegang teguh oleh manajemen Persija Jakarta dalam menentukan pemain asingnya.
Hingga saat ini Persija belum memutuskan pilihannya kepada sejumlah pemain asing yang ikut seleksi. Praktis baru stopper Abanda Herman dan gelandang Robertino Pugliara, yang nota bene adalah mantan pemain Persija musim lalu ini yang mendapat kejelasan. Itu pun, baru sebatas pembicaraan jika mereka akan dipertahankan. Sementara, pemain asing lainnya masih harus mengikuti proses seleksi. Bahkan, menurut pelatih Persija, Danurwindo, pihaknya tidak akan membatasi masa waktu seleksi tersebut. Bisa jadi, hingga jelang entry by name ditutup oleh Badan Liga Indonesia. Dengan begitu, maka Patricio Jimenez dan Fabricio Bartos masih tetap harus beradu nasib dengan pelamar baru. Sikap hati-hati untuk merekrut pemain asing itu memamng cukup wajar. Sebab, musim lalu, perekrutan pemain asing Persija justru banyak disorot. Bagaimana tidak, dari lima pemain impor mereka, praktis hanya Abanda Herman, Robertino Pugliara dan kiper Evgeny Khmaruk yang sering turun. Sementara, Pasafa Mustafa Sama dan Rubben Oscar Ceccho, menjadi langganan bangku cadangan. Bahkan, Pasafa menjadi pemain bangku cadangan abadi. Hal tersebut tentu sangat ironis jika melihat tujuan menghadirkan pemain asing tersebut. Tak heran, jika tudingan miring seputar perekrutan pemain asing di Persija itu sempat terlontar. Mereka menilai bahwa ada indikasi manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran itu ‘main mata’ dengan agen pemain asing. Akibatnya, pemain yang didatangkan tidak lagi dilihat dari segi kualitas atau kemampuan masing-masing.
 |