|
Intern Persija Jakarta mulai bergejolak seusai Menegpora Adhyaksa Dault memberikan izin Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan sebagai home ground.
Suporter Persija, Jakmania, bahkan meminta pengurus meninjau ulang rencana menggunakan SUGBK. Manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran menilai izin tersebut belum memastikan Persija akan memakai SUGBK. Sebab, menurut Asisten Manajer Ferry Indra Syarief, setelah dapat izin harus ada syarat yang harus dipenuhi manajemen PT Persija Jaya, yaitu membuat semua pihak di Persija sepakat dengan rencana mereka memakai SUGBK.
”Ini baru izin. Tapi, izin juga harus ada syaratnya, menyangkut banyak pihak di Persija. Pengurus di PT harus berkumpul dengan semua pihak di Persija dan itu harus,” ungkap Ferry, kemarin. Tidak hanya itu, tim asuhan Danurwindo ini juga menuntut pengurus PT memberikan jatah bagi mereka berlatih di SUGBK tiga kali dalam sepekan.
Hal ini, menurut Ferry, sangat penting untuk membiasakan Ismed Sofyan dkk dengan kondisi lapangan SUGBK. Sebab, jatah berlatih di lapangan pertandingan satu hari sebelum pertandingan dinilai tidak cukup membuat punggawa Persija nyaman dengan suasana SUGBK.Bila kemudian skuad tim terpaksa tetap berlatih di lapangan Ragunan, banyak masalah yang akan muncul ketika pertandingan berlangsung.
”Kalau kami sebenarnya akan menyesuaikan saja.Tapi, latihan minimal tiga kali dalam sepekan sangat penting. Kami tidak menang di SUGBK pada musim lalu karena tidak terbiasa bermain di sana. Ini belum final. Hanya, bagi kami, memang lebih nyaman dengan Stadion Lebak Bulus karena terbiasa,” tambah Ferry. Di sisi lain, meski tidak memiliki garis organisatoris dengan Persija, Jakmania tetap menolak SUGBK sebagai lokasi pertandingan.
Alasan keamanan yang selalu menjadi faktor utama kepindahan ke SUGBK dinilai terlalu dibesar- besarkan. Sebab, menurut Ketua Umum Jakmania Danang Ismartani, kerusuhan malah kerap terjadi saat bermain di SUGBK. ”Kapan di Lebak Bulus ada kerusuhan? Malah di Senayan, kami menjadi korban. Karenanya, kami minta dipertimbangkan lagi dan kami belum bisa mengatakan sepakat untuk ke SUGBK,” tutur Danang.
Menanggapi semua ini, Direktur Umum PT Persija Jaya Benny Erwin mengatakan akan ada pertemuan lanjutan dengan manajemen pengelola dan tim Persija dalam waktu dekat. Hanya,skuad tim tetap tidak boleh menggunakan SUGBK sebagai tempat latihan atau bahkan tiga kali dalam sepekan. ”Kami akan berbicara dengan manajemen tim dan pengelola. Tidak perlu latihan di SUGBK, cukup di Ragunan,hanya uji lapangan yang bisa. Karena, dalam perjanjian dengan pengelola GBK hanya untuk tempat pertandingan,” sebut Benny. penulis: Sindo
 |