|
Thursday, 08 May 2008 01:22 |
|
Jumlah klub Divisi Utama yang menjadi nominator Liga Super 2008/2009 berkurang, setelah Persikabo Bogor memutuskan mundur dan memilih bertahan di Divisi Utama.
Keputusan ini disampaikan Manajer Persikabo Edison Hutahean, kemarin. Edison mengatakan, Persikabo mundur karena tidak mungkin membentuk badan hukum komersial. Sebab, menurut dia, hingga kini Persikabo masih memakai dana APBD. Kalaupun mencari dana sendiri, mereka baru sanggup 10–15% dari jumlah yang dibutuhkan.
’’Setelah pertemuan di BLI (Badan Liga Indonesia),Senin (5/5), saya langsung rapat dengan manajemen. Kami memutuskan mundur dan tetap di Divisi Utama saja. Kami tidak mau berbohong membikin PT (perseroan terbatas). Semua klub juga sampai saat ini hanya baru sampai pihak notaris kan?” ungkap Edison,kemarin.
Rumitnya penyaluran dana APBD dan belum jelasnya status hukum bila dipakai klub profesional berbadan PT, membuat tim berjuluk Laskar Pajajaran ini enggan memaksakan diri. ’’Kami tidak mau berbelit- belit dengan urusan itu. Jujur saja, kami tidak mungkin membuat PT. Hanya itu alasannya. Kalau yang lain, dari infrastruktur hingga bank garansi Rp 5 miliar, kami siap,” tambah Edison.
Sementara itu, Semen Padang (SP) mengatakan, bukan peluang besar bagi mereka masuk Liga Super dengan mundurnya Persikabo. Menurut Manajer SP Heryandi Djahir, saat ini yang menjadi masalah apakah BLI mau memberikan peluang itu kepada mereka.
Meski untuk persyaratan Liga Super, seperti infrastruktur, bank garansi, akses jarak tempuh minimal dua jam dari bandara internasional bisa dipenuhi, mereka masih khawatir jika prestasi klub musim lalu juga menjadi penilaian yang diambil Executive Comitte (Exco) PSSI. ’’Kalau untuk prestasi tahun lalu, kami tidak bisa berharap banyak karena berada di peringkat 16,” tutur Heryandi. penulis: Sindo
 |