|
PSSI mengklaim batas waktu (deadline) revisi Pedoman Dasar (PD) pada 4 Mei sudah tidak berlaku lagi.
Klaim itu disampaikan Sekjen PSSI Nugraha Besoes di sela-sela acara ulang tahun PSSI, kemarin malam. Nugraha mengatakan, setelah dalam pertemuan dengan AFC, Rabu (23/4), AFC menerima draf revisi PD, maka bisa dianggap ”tugas” PSSI terkait draf PD sudah selesai.
Sekarang, lanjut Nugraha, yang ditunggu PSSI adalah keputusan FIFA, karena AFC memutuskan menyerahkan persoalan otoritas tertinggi sepak bola Indonesia itu ada di tangan FIFA. ”Deadline 4 Mei sudah tidak dipakai lagi. Tapi, belum ada batas waktu baru yang ditentukan AFC karena menunggu FIFA.
Kami patuh kepada FIFA dan AFC. Meski begitu, kami tidak ingin seperti kerbau dicocok hidungnya yang patuh membabi buta. Bukan melawan, tapi memberi pengertian bahwa kondisi di Indonesia seperti ini,” papar Nugraha. Dalam pertemuan tersebut, Nugraha mengatakan sudah ada titik temu antara PSSI dan AFC, termasuk mempersilakan PSSI untuk mengadakan sosialisasi.
Hal ini karena alasan faktor geografis dan banyaknya jumlah anggota PSSI diterima AFC. Dengan alasan sosialisasi ini, Nugraha menampik keras bila dikatakan upaya ini untuk mengulur waktu hingga Ketua Umum PSSI Nurdin ”NH” Halid menghirup udara bebas dalam waktu dekat.
”Tidak tepat bila banyak orang mengatakan ini untuk mengulur waktu. Karena, yang penting bagi kami adalah melakukan Munaslub dengan waktu yang tepat. Sebab, PD ini disusun untuk jangka panjang. Karena itu, kami harus transparan dan menjelaskan kepada banyak orang untuk membacanya dengan teliti,” tambah Nugraha.
Hanya, AFC tetap berpeluang menegaskan batas waktu 4 Mei sebagai batas Munaslub untuk pengesahan PD yang baru. Sebab, kabar terbaru menyebutkan, AFC memberikan ruang bagi 33 pengda untuk tetap mendapatkan hak suaranya. Setelah dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/4), pengda hanya mendapat jatah tiga hak suara.
Sementara itu, soal Pasal Kriminal, Ketua Komisi Disiplin Hinca Pandjaitan mengatakan, ada definisi berbeda antara kriminal di Indonesia dan menurut AFC. ”Hal itu sudah dimasukkan dalam draf revisi PD dan kemudian diserahkan ke FIFA,” kata Hinca. penulis: Sindo
 |