|
Tuesday, 22 April 2008 09:00 |
|
Pemain tak berkualitas dibuang, pemain baru pun datang. Itulah yang tampak pada latihan Persebaya kemarin (21/4) di Gelora 10 Nopember. Dua pemain baru mengikuti seleksi di tim yang dilatih oleh Freddy Muli tersebut.
Mereka adalah Purwanto, mantan pemain Persela Lamongan, dan seorang legiun asing asal Argentina, Raul Alejandro Duclo. Sesuai dengan kebutuhan Freddy, keduanya berposisi sebagai tukang gedor.
Mereka diberi kesempatan menunjukkan kelihaian mencetak gol sampai akhir minggu ini. "Mungkin, saya akan melihat kemampuan mereka sampai Minggu (27/4)," terang Freddy di mes Persebaya setelah latihan.
"Saya memberikan waktu lebih lama. Sebab, mereka adalah pemain berkualitas. Seperti halnya Purwanto yang permainannya sudah bisa dilihat pada musim lalu," tambahnya. Namun, jika jadi mengontrak Purwanto, Persebaya bisa memancing di air keruh. Sebab, pemain kelahiran 15 Mei 1980 itu sudah deal dengan Gresik United (GU) sebelum membatalkannya. Padahal, dia telah menerima uang tanda jadi Rp 10 juta dari GU.
Purwanto yang dikonfirmasi setelah berlatih menyatakan tidak kabur dari GU. "Saya membatalkan niat saya bermain untuk GU dengan baik-baik. Semua masalah sudah dibereskan," paparnya.
Mengenai urungnya merumput di Gresik itu, pemain yang musim lalu mencetak tujuh gol untuk Persela tersebut hanya berkata bahwa GU dengan dirinya tak berjodoh.
Sedangkan Asisten Manajer Persebaya Saleh Hanifah mengatakan sudah menanyakan kepada pemain yang pernah cedera engkel itu tentang status tersebut. "Sebelum ikut latihan, saya tanya bagaimana urusannya dengan GU. Dia bilang, semua sudah beres," terangnya. Tapi, dia tak begitu saja percaya. Dia mengungkapkan segera menanyakan langsung kepada manajemen GU.
Soal Duclo, Freddy menyatakan akan melihat penampilannya dengan lebih seksama. Kemarin, permainan pemain yang musim lalu memperkuat klub juara Divisi I Paraguay, Silvio Pettirossi, tersebut masih belum terlihat. "Dia memang masih lelah. Sebab, dia baru datang dari Amerika Latin pagi ini (kemarin, Red)," ujarnya.
Menurut data yang dilansir bdfa.com.ar, Duclo pernah bergabung di dua klub Argentina dan Paraguay. Sebelum berkostum Silvio Pettirossi yang dilatih oleh legenda bola Paraguay Miguel Angel Benitez tersebut, dia merumput di Sol de America (Argentina) dan Atletico Parana (Paraguay). Pemain itu dibawa oleh agen yang juga mantan pemain Persebaya asal Cile, Jaime Rojas.
Freddy menyebutkan, sebenarnya masih ada seorang pemain asing lagi yang ingin diseleksi. Namun, pemain asal Uruguay yang berposisi sebagai gelandang tersebut belum mendarat di Surabaya.
Sementara itu, sejumlah pemain seleksi masih bertahan. Freddy mengatakan terkesan dengan kinerja Wimba Sutan, penyerang asal Suryanaga -klub internal Persebaya- dan Satrio Syam. Nama terakhir adalah mantan anak didiknya di PSMS Medan. Bahkan, pria yang gemar mengenakan topi tersebut memberikan sinyal segera merekomendasikan kepada manajemen untuk mengontrak Satrio yang berperan sebagai sayap kanan.
Meski isu pemain bawaan terus didengungkan oleh media, Freddy sangat yakin dengan keputusannya. Dia tak mau ada pemain lain diundang untuk seleksi sebagai pembanding Satrio. "Siapa lagi pemain sayap bagus yang bisa didapatkan oleh Persebaya. Dalam waktu dekat, mungkin saya merekomendasikan dia," tuturnya.
Sedangkan pemain seleksi lainnya, yaitu Nanang Hendrawan dan Wawan Triono, telah dicoret. penulis: JawaPos
 |