|
Kemenangan harus diraih tim nasional (timnas) Indonesia saat meladeni Yaman, besok. Sebab, hasil maksimal bakal menaikkan kepercayaan pencinta timnas.
Namun, Ponaryo Astaman dkk pada uji coba internasional perdana tahun ini wajib mewaspadai beberapa ”kekuatan” terpendam tim tamu. Pengalaman menghadapi Yaman sudah dirasakan Pelatih Persija Jakarta Danurwindo dan Widodo C Putro yang kini jadi Asisten Pelatih Timnas Indonesia.
Dua orang ini, pada 1997 bahu-membahu, bekerja keras, saat menjadi pelatih dan striker timnas Indonesia. Kala itu pada laga Pra-Piala Dunia 1998, Yaman menerapkan sepak bola negatif ketika meladeni skuad Merah Putih. Tapi kini, dengan Pelatih baru Mohsin Salah, Yaman tentu bakal berubah.
”Saya kira akan jauh berbeda dengan waktu dulu, akan ada perubahan. Ini yang harus diwaspadai timnas. Sebab, bisa jadi mereka ada kejutan baru atau memakai pola lama dan juga karena peta kekuatan Yaman kali ini tidak bisa terdeteksi,” ujar Danurwindo kepada SINDO, kemarin.
Danurwindo yang saat itu menjadi pelatih timnas Indonesia untuk program Primavera menceritakan, tujuan Yaman saat itu adalah mendapatkan hasil imbang di kandang lawan. Maka wajar kalau mereka memilih menerapkan strategi defensif. Namun, strategi tersebut dinilai kebablasan, karena menumpukkan semua pemain di belakang.
”Strategi yang mereka lakukan adalah terus bertahan dan mengumpulkan pemain di belakang dan selalu counter attack. Jelas, ini membuat kami sulit mencetak gol, selain itu tidak terlihat organisasi permainan mereka,” lanjut Danurwindo. Sedangkan Widodo yang saat itu bertugas sebagai striker, dia menggambarkan strategi yang dilakukan Yaman sempat membuat Danurwindo marah.
Menurutnya, tidak terlihat pertandingan sepak bola yang menyuguhkan teknik dan kualitas terbaik dari dua tim. ”Saya ingat waktu itu main di Jakarta, setelah Piala Asia. Semua pemain menumpuk di belakang dan kami gagal mencetak gol. Di Yaman, mereka mulai melakukan serangan, tapi kami berhasil menahan imbang, 1-1,” ungkap Widodo.
Meski demikian, Danur dan Widodo tetap menyarankan Ponaryo dkk untuk bermain cepat dan agresif, baik dalam menyerang atau bertahan. Pada babak awal, mereka harus segera mendominasi pertandingan, untuk mencegah Yaman menerapkan pola lama. Tidak hanya itu, permainan agresif dilakukan untuk memanfaatkan serangan balik dengan cepat.
Sementara itu, selain dipusingkan absennya Boaz Solossa, Ricardo Salampessy, dan Christian Warobay karena cedera. Gelandang mungil Eka Ramdani juga sedikit bermasalah dengan engkelnya.Pelatih Timnas Indonesia Benny Dollo juga mengeluhkan kondisi fisik para pemainnya.
Ponaryo dkk dinilai belum mencapai puncak performa. ”Kondisi fisik pemain, rata-rata mereka belum berada di titik ideal. Kesiapan kami hanya bisa disebut siap saat latihan saja,” tutur Benny. Laga menghadapi Yaman ini merupakan salah satu rangkaian uji coba internasional yang akan dijalani timnas Indonesia selama 2008 . penulis: BolaIndo
 |